Kuliner

Dianggap Bawa Keberuntungan, Berikut 7 Hidangan Utama yang Wajib Disajikan Saat Imlek

Kaltim Today
26 Januari 2024 09:10
Dianggap Bawa Keberuntungan, Berikut 7 Hidangan Utama yang Wajib Disajikan Saat Imlek
Ilustrasi Hidangan Saat Imlek. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Perayaan Imlek tidak hanya terbatas pada lampion, pakaian merah dengan hiasan motif emas, dan angpao. Hari Raya Imlek, yang menandai awal tahun baru dalam kalender Tiongkok dan juga simbol musim semi, memiliki makna penting bagi masyarakat Tionghoa untuk merayakan tradisi dan nilai-nilai budaya yang diwarisi dari leluhur mereka. 

Makan malam menjelang Tahun Baru Imlek menjadi salah satu tradisi penting dalam masyarakat Tionghoa. Acara ini biasanya diselenggarakan di rumah orang tertua atau yang dihormati dalam keluarga besar. Pentingnya acara ini juga terletak pada susunan hidangan yang disajikan di meja makan.

Menentukan Hidangan untuk Disajikan Saat Imlek Tentu Tidak Sembarangan

Hidangan yang disajikan selalu diusahakan istimewa, selain itu masyarakat Tionghoa perlu memilih hidangan yang sesuai dengan tema dan makna Imlek. Namun, di luar hidangan pokok, masyarakat Tionghoa memiliki kebebasan untuk menambahkan hidangan lain sesuai selera mereka. 

Terlebih di kalangan tertentu, tradisi kuliner tahun baru ini dapat berlangsung selama 16 hari, dimulai dari sehari sebelum Imlek hingga hari ke-14 setelahnya yang dirayakan sebagai Cap Go Meh. Lantas, apa saja hidangan utama yang wajib disajikan saat perayaan Imlek?

7 Hidangan Utama yang Wajib Disajikan Saat Perayaan Imlek

Dilansir dari laman Portal Informasi Indonesia, dalam tradisi kuliner klasik Tiongkok, terdapat hidangan tertentu yang dianggap wajib hadir di meja makan pada malam Tahun Baru Imlek karena memiliki makna yang sesuai dengan spirit Imlek. 

Menurut ulasan dari China Highlights, platform perjalanan daring yang diterbitkan di Guilin, Provinsi Guangxi, pada edisi 26 Januari 2022, berikut tujuh menu utama Imlek yang dianggap istimewa karena membawa makna keberhasilan, kemajuan, kebahagiaan, dan kesehatan (umur panjang).

1. Hidangan Laut (Terutama Ikan)

Hidangan Ikan Khas Imlek
Hidangan Ikan Khas Imlek. (Rakyat Merdeka)

Sebagian masyarakat Tionghoa memilih ikan mas crucian sebagai hidangan khusus untuk perayaan Imlek. Ikan mas crucian merupakan jenis ikan air tawar yang berasal dari Tiongkok, telah dibudidayakan di Indonesia sejak abad ke-19. 

Saat ini, ikan tersebut telah tercampur genetiknya dengan ikan mas varietas Jepang dan ikan mas lokal. Sehingga jenis asli yang montok dan lebih pendek kini sulit ditemui di Indonesia. Dalam bahasa Tionghoa, ikan mas crucian dikenal sebagai jiyu, dengan bunyi yang mirip dengan kata jiyang yang berarti sukses.

Selain ikan mas crucian, ada banyak pilihan ikan yang dapat disajikan di meja makan Imlek, termasuk ikan kakap, udang, dan lobster. Secara umum, hidangan laut tersebut dianggap sebagai simbol kemakmuran.

Beberapa orang juga memilih ikan bandeng, yang dalam bahasa Mandarin disebut liyu. Dalam segi fonetik, bunyi liyu mirip dengan kata li yang berarti hadiah. Menyantap ikan bandeng di Hari Imlek dapat diartikan sebagai harapan untuk mendapatkan banyak hadiah di tahun yang baru.

2. Pangsit

Hidangan Pangsit Khas Imlek
Hidangan Pangsit Khas Imlek. (NTD)

Pangsit telah menjadi menu khas perayaan Imlek sejak abad ke-3 Masehi. Dalam bahasa Mandarin, pangsit dikenal sebagai jiaozi, yang secara fonetik dapat dihubungkan dengan kata harta kekayaan. Bentuknya menyerupai perahu lonjong yang ujungnya dimiringkan. 

Dalam konteks sejarah Tiongkok, bentuk perahu lonjong ini adalah alat tukar dari perak. Mitosnya menyatakan bahwa semakin banyak menyantap pangsit di Hari Imlek, semakin banyak pula harta yang dapat dikumpulkan.

Kelezatan pangsit terletak pada bagian "perut perahu" yang berisi campuran daging cincang, udang, ikan, dan sayuran yang diiris halus. Proses memasaknya dapat dikukus, direbus, digoreng, atau dipanggang. 

3. Mie Panjang

Hidangan Mie Khas Imlek
Hidangan Mie Khas Imlek. (Pandeglang News)

Pangsit sering disajikan bersama dengan mie panjang, yang umumnya diartikan sebagai simbol berkah usia panjang.

4. Lumpia

Lumpia Khas Imlek
Lumpia Khas Imlek. (NNC)

Lumpia juga menjadi salah satu menu wajib dalam perayaan Imlek. Dalam tradisi klasik, sebelum menyantap lumpia, orang tua di meja makan akan mengucapkan kata-kata "hwung-jin wan-lyang," yang berarti satu ton emas. Ucapan ini terkait dengan warna kuning yang menyala seperti emas batangan ketika lumpia digoreng. Menikmati lumpia Imlek diharapkan membawa harapan untuk mencapai kekayaan.

5. Kue Keranjang

Kue Keranjang Khas Imlek
Kue Keranjang Khas Imlek. (Suara.com)

Imlek tak lengkap tanpa keberadaan kue keranjang. Dikenal sebagai niángāo dalam bahasa Mandarin, secara fonetik dapat dikaitkan dengan kata-kata yang berarti bertambah tahun, bertambah tinggi, atau meraih kemajuan. Dalam perspektif klasik masyarakat Tionghoa, semakin mapan seseorang, maka kehidupan sosial dan pribadinya akan semakin membaik.

6. Kue Mochi

Kue Mochi
Kue Mochi. (Baking World)

Kue mochi merupakan hidangan yang tidak boleh terlewatkan di meja makan saat Imlek. Dalam bahasa Mandarin, kue mochi dikenal sebagai tāngyuán. Bunyi fonem dan bentuknya yang bulat secara langsung terkait dengan konsep kekerabatan, nilai-nilai keluarga, kerukunan, dan kebersamaan. Oleh karena itu, kue mochi dianggap sebagai kudapan penting dalam perayaan Hari Raya Imlek.

7. Buah Keberuntungan (Jeruk Keprok, Jeruk Kuning atau Jeruk Bali)

Jeruk Khas Imlek
Jeruk Khas Imlek. (Baking World)

Buah-buahan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari menu makan malam Imlek, dan bukan sembarang buah. Jika memungkinkan, keluarga Tionghoa akan menyajikan tiga jenis buah sekaligus, yaitu jeruk keprok, jeruk kuning, dan jeruk pamelo (jeruk Bali). Warna kuning pada jeruk melambangkan emas, yang merupakan simbol kesentosaan dan kekayaan.

Jeruk keprok dan jeruk bulat (tangerine) dalam bahasa Mandarin disebut chéng, yang fonetiknya terkait dengan keberuntungan dan daya tarik saat berbicara atau menulis. Dengan menyantap dua jenis jeruk ini, diharapkan kata-kata dan tulisan mereka akan lebih bersemangat, membawa harapan untuk kesuksesan di tahap selanjutnya. Jeruk pamelo, disebut sebagai yo, memiliki makna kemakmuran.

[Kontributor : Gilang Satria Pratama | Editor : Diah Putri]


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya