Nasional

Fakta-Fakta Terbakarnya Kilang Minyak Pertamina di Indramayu

Kilang minyak milik Pertamina yang terletak di Desa Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat terbakar pada Senin (29/3/2021) pukul 00.45 dini hari.

Kebakaran ini menimbulkan kobaran api di lokasi kejadian dan kepulan asap hitam yang terlihat membubung tinggi.

Baca juga:  Dosen Unmul Galang Petisi, Tolak Revisi UU KPK

Penyebab Kebakaran

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, ada laporan mengenai indikasi kebocoran pada pipa tangki minyak yang terbakar.

“Awalnya ada rembesan. Ada kebocoran tangki dan sedang dalam penanganan. Kemudian ada petir yang menyambar, apakah karena petir atau apa, kita belum tahu kepastiannya,” kata Dofiri kepada awak media di lokasi kejadian, Senin (29/3/2021).

Sementara itu, Kabidhumas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Erdi A Chaniago mengatakan, sejumlah spekulasi mengenai penyebab kebakaran tersebut masih perlu dibuktikan dengan menunggu dimulainya proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Sebab, sejauh ini pihak Pertamina masih berupaya mengontrol situasi.

Ratusan Warga Diungsikan

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), atas insiden ini sebanyak 912 jiwa diungsikan.

Ratusan orang tersebut diungsikan di tiga tempat, yaitu 220 jiwa di GOR Komplek Perum Pertamina Bumi Patra, 300 jiwa di Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan 392 jiwa di Gedung Islamic Center Indramayu.

Baca juga:  Pertamina Sebut Penyulingan Minyak Ilegal Bisa Berdampak pada Pendapatan Daerah

Puluhan Orang Terluka

Dalam keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak lima orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, dan tiga orang hilang akibat kebakaran tersebut.

Saat insiden kebakaran kilang minyak Balongan terjadi, pihak Pertamina mengungkapkan ada empat warga yang tengah melintas sehingga mengalami luka bakar dan langsung dirujuk untuk perawatan intensif di RSUD Indramayu.

5 Desa Terdampak

Berdasarkan laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, peristiwa terbakarnya tiga unit tank product premium 42 T 301 A/B/C itu berdampak pada lima desa meliputi Desa Balongan, Desa Sukareja, Desa Rawadalem, Desa Sukaurip Desa Tegalurung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, BPBD Indramayu juga telah mendirikan tenda Satgas Penanganan Kebakaran dan memberikan bantuan logistik.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

Dilansir dari BBC, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati memastikan bahwa, pasokan BBM aman dengan mengoptimalkan produk kilang-kilang lain ke daerah-daerah yang selama ini disuplai dari Balongan, yaitu Jakarta dan Cikampek.

Nicke menambahkan, kebakaran ini tak menyebabkan timbulnya kendala di dalam suplai BBM, sebab kilang atau proccessing plant yang utama di dalam kilang ini tidak terdampak, jadi kebakaran hanya di daerah tangki saja.

Baca juga:  Jambore Pemuda Indonesia 2020 Digelar Virtual, Berikut 5 Provinsi Tervaforit Pilihan Duta Pemuda

Direktur Logistik dan Infrastruktur Pertamina, Mulyono juga memastikan kondisi stok nasional sangat aman.

“Masyarakat tidak perlu panik, karena stoknya luber. Stok nasional gasoline [BBM] ada 10,5 juta barel, ini cukup untuk untuk 27-28 hari ke depan. Jadi, tidak ada masalah karena pemakaian sehari nasional 62.500 kilo liter/hari. Solar tersedia hari ini 8,8 juta barel, ini cukup untuk 20 hari ke depan,” ujarnya.

Demikian juga untuk avtur, masih ada sekitar 3,2 juta barel, untuk 74 hari konsumsi. Kilang minyak di Balongan selama ini melayani pasokan BBM di daerah sekitar, yaitu Cikampek dan Plumpang.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close