Advertorial

Gelar Sosper di GSU Balikpapan, Mimi Ajak Warga Cegah Narkoba 

Arif — Kaltim Today 09 Oktober 2023 04:33
Gelar Sosper di GSU Balikpapan, Mimi Ajak Warga Cegah Narkoba 
Mimi Meriami BR Pane menggelar Sosper Pencegahan Narkoba di RT 39 Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah, Ahad (8/10/23) malam.

Kaltimtoday.co, Balikpapan - Anggota DPRD Kaltim, Mimi Meriami BR Pane melakukan Sosialisasi Perda (Sosper) Provinsi Kaltim Nomor 04/2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika dan Psikotropika, di RT 39 Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU) Balikpapan Tengah, Ahad (8/10/23) malam.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan Risnoto, anggota DPRD Balikpapan Ardiansyah, dengan moderatori Iin Rahman.

Mimi Pane dalam sambutanya mengatakan, sosialisasi perda pencegahan narkoba ini sangat penting. Sebab peredaran narkoba di masyarakat sangat mengkhawatirkan, terutama kepada anak muda.

“Saya selaku anggota dewan sangat prihatin terhadap peredaran narkoba. Untuk itu, marilah kita bersama-sama mengawasi keluarga kita, anak-anak kita agar tidak terjerumus ke dunia narkoba,” ujar politisi PPP itu. 

Mimi juga berpesan, apabila ada keluarga atau saudara yang kecanduan narkoba agar dilakukan rehabilitasi.

"Kaltim sudah punya Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah di Samarinda. Para pecandu direhabilitasi gratis. Nah, saya berharap mudah-mudahan kita semua sehat dan terbebas narkoba sehingga tidak ada yang direhabilitasi lantaran kecanduan narkoba,” harap Mimi.

Sementara itu, Kepala BNNK Balikpapan Risnoto mengatakan, Presiden Jokowi telah menetapkan bahwa Indonesia Darurat Narkoba.

“Indonesia termasuk salah satu negara yang darurat narkoba sebab tingginya tingkat prevalensi narkoba setiap tahunnya. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mimi selaku anggota DPRD Kaltim yang telah memberikan kesempatan kepada BNN untuk ikut melakukan sosialisasi tentang bahaya narkotika ini,” kata Risnoto.

Ia mengatakan, narkoba ini telah menjadi bisnis karena harganya mahal hingga mencapai jutaan rupiah per gram. Sedangkan sasaran utama para pengedar narkoba ini adalah anak muda. Mereka sengaja merusak mental generasi muda sebagai penerus kepemimpinan bangsa.

“Ya, targetnya anak muda, makanya sebagai orangtua harus ikut mengawasi anak-anaknya karena kalau sudah kecanduan narkoba agak sulit disembuhkan, hanya bisa direhabilitasi untuk dipulihkan,” katanya.

Risnoto menambahkan, peredaran narkoba di negeri ini semakin parah sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh masyarakat.

“Dari beberapa pengedar yang berhasil ditangkap BNN dan aparat, mereka mengaku Balikpapan akan dijadikan market (pasar) narkoba dengan sasaran anak-anak muda,” akunya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat agar sama-sama mengawasi keluarga dan anak-anak agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba karena efeknya sangat parah bagi Kesehatan.

“Kalau sudah kecanduan narkoba, orangnya seperti beleng-beleng (gila) karena terlalu banyak menghayal. Jadi marilah kita sama-sama mengawasi. Kalau di lingkungan bapak-bapak dan ibu-ibu dicurigai ada peredaran narkoba, silakan lapor kepada aparat terdekat atau langsung ke BNN,” kata Risnoto.

[RWT | ADV]



Berita Lainnya