Daerah

Industri Smelter Nikel Matte di Kariangau, Balikpapan Siap Produksi Mulai 2025, Hadi Mulyadi: Utamakan Penduduk Lokal

Kaltim Today
12 September 2023 07:24
Industri Smelter Nikel Matte di Kariangau, Balikpapan Siap Produksi Mulai 2025, Hadi Mulyadi: Utamakan Penduduk Lokal
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. (Humas Pemprov Kaltim)

Kaltimtoday.co - Industri nikel di Kaltim semakin berkembang dengan pembangunan smelter nikel matte yang dimulai di Site Kariangau, Balikpapan Barat, pada Senin (11/9/2023). Peresmian proyek ini dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang didampingi oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi, serta Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi menyambut baik pembangunan smelter ini, terutama karena lokasi Kariangau di Balikpapan telah dipilih sebagai tempat pembangunan smelter nikel matte oleh PT Mitra Murni Perkasa (MMP), yang merupakan bagian dari Group MMS Group Indonesia (MMSGI).

"Ini kehormatan bagi Kaltim. Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim dan bangsa Indonesia," kata Wagub Hadi Mulyadi. 

Hadi Mulyadi menambahkan, industri  ini dapat memberikan manfaat besar bagi rakyat Kaltim. Apalagi, smelter nikel matte ini merupakan yang pertama dibangun di Kaltim. Dalam waktu dekat juga akan dibangun smelter nikel kedua di daerah Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara. 

"Harapan kami PT MMP mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim. Kemudian, terpenting lagi CSR-nya dapat bermanfaat bagi masyarakat serta penyerapan tenaga kerja yang diterima banyak penduduk lokal di Kaltim," pesan Wagub Hadi. 

Bagi Hadi, pembangunan tersebut bukan hanya bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi, juga mampu menjaga lingkungan agar tetap terpelihara dengan baik.  Bahkan, dengan pembangunan ini, tentu akan bersinergi dalam pengembangan kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo di Benua Etam. 

"Harapan kita penyerapan tenaga kerja betul-betul maksimal, terutama bagi tenaga lokal. Karena, pembangunan smelter ini akan terkoneksi terhadap pengembangan IKN," jelasnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peresmian juga memberi apresiasi inisiatif PT MMP untuk membangun industri masa depan ini. 

"Alhamdulillah, saya mengapresiasi PT MMP telah melakukan investasi hilirisasi smelter nikel matte di Kariangau Balikpapan," kata Agus Gumiwang. 

Dia katakan, pengembangan industri ini sekaligus mendukung program produksi barang dalam negeri atau Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Hilirisasi produk ini mengarah ke baterai. Produksi ini kelak akan berkorelasi dengan kebutuhan listrik IKN dan tingginya penggunaan kendaraan listrik. 

"Tentu, jika semua ini bisa berjalan dengan baik. Pastinya, akan memberikan keuntungan tersendiri bagi para produsen. Mulai dari pertambangannya, smelternya maupun perusahaan produksi baterainya," pesannya. 

"Yang jelas, jika produknya ini adalah baterai. Maka, sasarannya adalah sektor otomotif. Maka dari itu, saat ini disiapkan terlebih dulu pengembangan bahan bakunya untuk menjadi baterai. Sehingga, pemerintah meyakini nilai pertumbuhan P3DN meningkat," jelasnya.  

Sementara Direktur Utama PT MMP Adhi Mustopo mengatakan, nikel matte yang ditargetkan mencapai 27.000 metrik ton dengan kandungan nikel 78 persen. 

"Tahun 2025, kita sudah bisa produksi baterai. Dengan harapan kita mampu membangun green energi dan green baterai juga," jelasnya.

Acara peresmian juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Imam Sugianto, Kajati Kalimantan Timur Hari Setiyono, serta tokoh-tokoh masyarakat di Balikpapan dan sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya