Daerah
Ketua Komisi B Bontang Sebut Lapangan Bessai Berinta Belum Layak Ditarik Retribusi
Kaltimtoday.co, Bontang - Rencana Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) menarik retribusi di Komplek Olahraga Bessai Berinta (Lang-Lang) mendapat penolakan dari Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam. Menurutnya, saat ini Lapangan Bessai Berinta belum layak ditarik retribusi karena fasilitas masih minim dan regulasi belum jelas.
Rustam menjelaskan, segala fasilitas publik dengan regulasi jelas dan pemenuhan fasilitasnya mumpuni, bisa diterapkan retribusi. Hanya saja untuk Lapangan Bessai Berinta, retribusi belum layak diterapkan karena kedua hal itu-- regulasi dan pemenuhan fasilitas-- belum terpenuhi. Belum lagi, respon publik akan rencana ini cukup negatif. Diketahui, Kadis Dispoparekraf Bontang, mengumumkan ke media bahwa pihaknya akan menerapkan retribusi ke lapangan ini mulai 2026, dan sepanjang 2025 ini sosialisasi dilakukan.
"Harusnya fasilitasnya dipenuhi dulu. Kalau saya tanya sekarang, warga puas tidak dengan fasilitas yang ada? Jawabannya sepertinya tidak. Belum lagi regulasi. Payung hukumnya apa? (Jika ditarik retribusi)," kata Rustam ketika ditemui di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, belum lama ini.
Selain itu, Rustam juga menyayangkan sikap Kadis Dispoparekraf, Rafidah, yang dinilai terburu-buru menerapkan regulasi tanpa pembahasan dengan DPRD lebih dulu. Mestinya, kata Politikus Golkar ini, rencana itu diteruskan dulu ke Ketua DPRD Bontang, yang disusul ke Komisi B sebagai mitra kerja Dispoparekraf. Baru setelah itu, rencana dibahas bersama, termasuk regulasi dan kesiapan publik akan rencana peenrapan aturan itu.
"Tarik retribusi, tapi publik sudah puas tidak? Ini cuma buat publik heboh. Untuk sekarang, saya pastikan tidak ada retribusi di Lang-Lang. Mau dikaji juga aturan hukumnya," tegasnya.
Dia menambahkan, "Secara etika, Komisi B memang hunter [pemburu)] PAD, tapi ada rambu-rambunya."
Rustam juga menjelaskan, bila di masa depan fasilitas di Bessai Berita sudah mumpuni dan diterapkan retribusi, itu tidak diterapkan bagi seluruh pengguna lapangan, namun ada segmentasinya. Misal, retribusi parkir, ataubpihak event organizer (EO) yang menggunakan lapangan.
"Ini harus diperjelas juga. Bukan semua dikenakan retribusi. Tapi parkir dan orang yang pakai lapangan, kayak konser, itu wajar lah [bayar retribusi]," tandasnya.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Bekali Orangtua dan Siswa Cegah Kekerasan Seksual, MPLS di SDN 001 Bontang Selatan Akan Libatkan DP3AKB
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDN 001 Bontang Selatan Libatkan Orangtua Lewat Pra MPLS
- JAP Minta Fasilitas Ramah Difabel Jadi Prioritas dalam Raperda LLAJ Bontang
- Andi Faizal Dorong Kesadaran Warga Rawat Aset Publik
- Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026, Pertegas Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif









