Daerah
Hujan Deras Uji Pasar Pagi Baru: Lorong Lantai 6 Tergenang, Pedagang Minta Solusi Cepat
Kaltimtoday.co, Samarinda - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda sejak siang pada Sabtu (3/1/2026) menjadi ujian perdana bagi bangunan baru Pasar Pagi. Di tengah tahap pengisian lapak oleh para pedagang, sebuah video berdurasi kurang dari satu menit ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan air hujan menggenangi Lorong 6 di lantai enam, mengalir tepat di depan kios yang baru mulai ditata.
Dalam video viral itu, seorang pedagang menyampaikan keluhan dengan nada cemas dan lugas. Ia menegaskan bahwa air bukan sekadar membasahi lorong, tetapi sudah merembes hingga ke bagian dalam pasar.
“Mohon perhatiannya, kami di lantai 6, hujan, airnya sampai ke dalam. Nah ini, seperti banjir ya, mohon diperhatikan solusinya bagaimana. Kami dari lantai 6, sudah mulai buka ini. Tolong dikasih solusi, Bu,” ujarnya dalam rekaman.
Pedagang tersebut memperkenalkan diri sebagai pemilik Toko Adhijaya, salah satu kios yang tengah mengisi barang dagangan di area lantai enam. Ia menuturkan bahwa video itu direkam sebagai bukti langsung kondisi di lapangan saat hujan turun.
“Ini saya sudah mulai isi barangnya. Karena bertepatan hari ini hujan, jadi ada pembuktiannya. Jadi perlu pembenahan di atas untuk menanggulangi banjir dan hujan. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutupnya.
Insiden genangan di lantai atas memicu kekhawatiran para pedagang lain yang juga tengah mempersiapkan lapak. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak stok barang, menghambat penataan kios, dan menghadirkan risiko keselamatan di area lorong yang mulai ramai oleh aktivitas pengisian lapak. Apalagi, lantai enam merupakan zona dagang baru yang diharapkan dapat memperluas ruang usaha dan mempercepat perputaran ekonomi pasar.
Bangunan baru Pasar Pagi sejatinya mengusung desain modern dengan konsep efisiensi dan kesehatan lingkungan. Salah satu ciri khasnya adalah banyaknya bukaan alami pada sisi luar gedung, yang dipadukan dengan ventilasi silang (cross ventilation).
Konsep ini dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara tanpa mengandalkan pendingin buatan, sehingga dapat menekan biaya operasional sekaligus menciptakan udara yang lebih sehat bagi pedagang dan pengunjung.
Meski demikian, desain dengan bukaan besar juga menuntut pengerjaan sistem pelindung cuaca yang presisi. Pengendalian tempias, drainase atap, kemiringan alur buangan air, hingga sistem penahan air di lantai atas harus dirancang dan dieksekusi secara matang. Tanpa itu, air hujan berisiko mudah masuk ke lorong, bahkan merembes ke area dalam kios seperti yang tampak dalam video.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani, langsung memberi klarifikasi. Saat ditanya mengenai langkah penanganan ke depan, ia memastikan respons cepat telah dimulai melalui koordinasi lintas instansi.
“Saya koordinasikan dengan Asisten II dan Dinas PUPR. Kami akan koordinasi lebih lanjut secara intens bagaimana penanggulangan ke depan secara cepat. Besok tim kami akan lebih intens melihat secara detail lantai mana saja dan bagian yang mana saja untuk bahan koordinasi dan bagaimana penanggulangannya,” jelasnya.
Nurrahmani juga menegaskan bahwa tim dari Dinas Perdagangan akan turun langsung ke lapangan pada Minggu (4/1/2026) pagi. Peninjauan akan berfokus pada pemetaan lantai yang terdampak, identifikasi titik rembesan air, serta evaluasi teknis di bagian atas gedung yang diduga belum optimal menahan tempias hujan.
Koordinasi intensif turut melibatkan Asisten II Sekretariat Daerah, Marnabas Patiroy, serta Dinas PUPR, agar solusi yang diambil tidak bersifat sementara, melainkan menyasar perbaikan struktural. Langkah mitigasi yang dipertimbangkan mencakup penguatan drainase atap, pemasangan atau optimalisasi penahan air, serta evaluasi alur buangan air di lantai atas agar sesuai standar bangunan publik.
[RWT]
Related Posts
- Dishub Samarinda Ultimatum Kontainer Bandel di Ringroad I: Ban Digembosi dan Terancam Ditusuk Paku
- Empat Bulan Buron, Dua DPO Persiapan Bom Molotov Belum Tertangkap
- Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Samarinda Ulu, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Dari Sydney hingga Gaza, Begini Kontras Dunia Menyambut Tahun Baru 2026
- Teras Samarinda Jadi Pusat Hiburan Masyarakat, Pemkot Samarinda Pastikan Perayaan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api









