HeadlineSamarinda

Kronologi Lengkap Hilangnya Yusuf hingga Penemuannya di Sungai

Kaltimtoday.co, Samarinda – Tim Inafis Polresta Samarinda menggelar prarekonstruksi kasus tewasnya Muhammad Yusuf Gazali (4), balita malang yang hilang di tempat penitipan anak dan PAUD di Jalan AW Syahranie, Samarinda. Jasad balita Yusuf ditemukan tanpa kepala.

Prarekonstruksi digelar di tempat penitipan anak dan PAUD di jalan AW Syahranie Samarinda Senin (9/12/2019) pagi. Kasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Damus Assa mengatakan hal ini dilakukan untuk melihat kembali kronologi hilangnya Muhammad Yusuf Gazali dari sekolahnya.

Berikut kronologi hilangnya Yusuf dan penemuannya di Sungai Karang Asam Besar:

– Ahmad Yusuf Ghazali dikabarkan menghilang pada Jumat 22 November sekitar pukul 15.00 Wita lalu saat hari sedang hujan

– Selama dua pekan menghilang keluarga, kerabat, polisi dan pihak yayasan PAUD mengerahkan segala upaya pencarian

Tim Inafis dan unit Reskrim Polresta Samarinda menggelar pra rekonstruksi.

– Minggu 8 Desember sekitar pukul 08.00 Wita Ika (30) warga Jalan Antasari II, gang 3, RT 30, Kecamatan Samarinda Ulu, menemukan sesosok mayat bayi tanpa kepala di aliran drainase besar eks Anak Sungai Karang Asam

– Sejam kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, petugas kepolisian beserta sejumlah relawan memadati lokasi penemuan dan melakukan evakuasi ke ruang jenazah RSUD AW Sjahranie.

– Sekitar pukul 11.00 Wita, terpantau Bambang Sulistyo sebagai ayah Ahmad Yusuf Ghazali bersama kerabat keluarga yang lain, berada di ruang jenazah untuk mengidentifikasi kemungkinan jasad tersebut adalah anaknya yang hilang selama 16 hari lalu.

– Setelah jenazah dibersihkan oleh pihak rumah sakit, sore harinya sekitar pukul 16.30 Wita istri Bambang juga telah berada di ruang jenazah dan meyakini jika pakaian jasad balita itu adalah kepemilikan anaknya.

– Sekitar pukul 17.00 Wita, dihadapan media, petugas memperlihatkan pakain itu. Baju kaos merau dengan lengan berwarna hitam dan bertulisan monas, serta celana pendek putih bermotif kuning, diduga pakaian terakhir Yusuf.

– Kondisi jenazah begiti mengenaskan. Tak ada kepala. Lengan kanannya hancur. Pergelangan tangan kiri terputus. Begitu pun pergelangan kedua kakinya. Bagian badan terkoyak tanpa menyisakan organ dalam. Sebagain tulang rusuk menjulang keluar. Beberapa lainnya patah dan berserakan.

– Sekitar pukul 18.30 Wita jenazah dimandikan dan di sholatkan untuk rencana pemakaman di TPU Jalan Damanhuri pada pukul 20.00 Wita.

– Sekitar pukul 19.00 Wita petugas Reskrim gabungan dari Polresta Samarinda dan seluruh jajaran polsek tiba di ruang jenazah

– Tarik ulur proses autopsi jenazah sempat terjadi dan berlangsung cukup lama, sekitar satu jam.

– Untuk meningkatkan proses penyidikan polisi perlu proses autopsi.

– Pihak keluarga menolak, dan ingin segera memakamkan jenazah yang di klaim sebagai Yusuf.

– Sekitar pukul 20.15 Wita, dokter bedah rumah sakit tiba. Kesepakatan terjadi. Keluarga mempersilahkan polisi dan dokter melakukan pemeriksaan ulang terhadap jenazah tersebut namun tidak sampai dilakukannya proses autopsi.

– Informasi dari seorang petugas rumah sakit. Polisi membawa potongan tulang dari jenazah yang berserakan untuk uji laboratorium guna memastikan identifikasi jasad tersebut.

– Pukul 21.00 Wita, jenazah langsung digiring menuju mobil ambulan untuk dikebumikan di TPU Jalan Damanhuri malam tadi.

Petugas menyisir aliran drainase eks anak sungai karang asam tempat ditemukannya jenazah balita tanpa kepala.

– Senin 9 Desember pagi tadi, sekitar pukul 08.00 Wita sebanyak 25 personel kepolisian dari tim Inafis dan Reskrim Polresta Samarinda tiba di PAUD untuk gelar pra rekonstruksi 22 adegang untuk menguatkan kepastian hilangnya Yusuf.

– Pukul 10.00 Wita sejumlah polisi dan tim relawan berjumlah 30 orang melakukan penyisiran dari titik awal penemuan jenazah hingga radius 2,5 kilometer di Jalan Juanda 4.

– Pukul 17.00 Wita, tim gabungan menghentikan upaya yang belum membuahkan hasil dan akan melanjutkan pada esok hari.

– Dari perhitungan media ini, jarak PAUD tempat Yusuf biasa dititipkan dengan lokasi penemuan jenazah memiliki saluran drainase sejauh 3,61 kilometer yang terhubung.

[JRO | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close