DPMD KUKAR

Loa Duri Ilir Raih Juara 3 Nasional Berkat Inovasi Telur Omega dan Pakan Mandiri

Supri Yadha — Kaltim Today 06 Agustus 2025 18:15
Loa Duri Ilir Raih Juara 3 Nasional Berkat Inovasi Telur Omega dan Pakan Mandiri
Kades Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad saat mendampingi Bupati Kukar melihat usaha peternakan ayam petelur omega. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Inovasi desa bukan lagi sekadar slogan di Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan. Berkat terobosan di bidang ketahanan pangan, desa ini berhasil mengharumkan nama Kutai Kartanegara (Kukar) di kancah nasional dengan menyabet juara 3 dalam Lomba Desa Tematik 2025 kategori Ketahanan Pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa (Kemendes).

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fahri Arsyad mengungkapkan, keberhasilan ini lahir dari inovasi berbeda yang mereka jalankan, yakni pengembangan ayam petelur omega yang dikemas dalam program ketahanan pangan desa.

“Rata-rata desa punya program ketahanan pangan. Tapi kami mencoba membuat terobosan. Kami tidak hanya beternak ayam petelur biasa, tapi fokus pada ayam petelur omega,” kata Fahri, Rabu (6/8/2025).

Tak hanya unggul dari segi produk, Desa Loa Duri Ilir juga memproduksi sekitar 40 persen pakan ayam secara mandiri. Untuk memenuhi kebutuhan jagung sebagai bahan baku utama, pemerintah desa bekerja sama dengan para petani lokal. Desa menyediakan bibit dan pupuk, hasil panennya dibeli untuk diolah menjadi pakan.

“Batang jagungnya juga tidak terbuang, kami olah jadi silase untuk pakan kambing. Jadi satu program bisa mendukung program lainnya,” sambungnya.

Kreativitas ini pun membuahkan hasil. Kini, telur omega produksi desa sudah dipasarkan ke Big Mall dan berbagai supermarket di Samarinda. Seluruh produksi dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama warga. Bahkan, desa turut membantu warga kurang mampu dengan menyediakan ayam dan kandang agar mereka bisa berdaya secara ekonomi dan gizi keluarga pun tercukupi.

Program unggulan ini sudah berjalan selama setahun. Dengan alokasi Dana Desa sebesar Rp 80 juta, saat ini mereka telah memiliki sekitar 1.500 ekor ayam petelur dan tengah menunggu bantuan tambahan 1.000 ekor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.

“Pendapatan kotor dari usaha ayam ini bisa mencapai Rp15 sampai Rp19 juta per minggu. Sementara untuk kambing dan domba masih tahap awal, tapi sebagian sudah mulai bunting dan beranak,” tutupnya.

[RWT | ADV DPMD KUKAR] 



Berita Lainnya