Daerah

Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Supri Yadha — Kaltim Today 07 Januari 2026 18:55
Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Press release tindak pidana pencurian di Kecamatan Tenggarong. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Desakan kebutuhan sehari-hari yang tak cukup membuat seorang pria di kecamatan Tenggarong nekat melakukan tindak pidana pencurian. Sasarannya bukan barang yang memiliki nilai tinggi, tetapi barang mudah dijual dengan harga murah, seperti tabung gas 3 kilogram.

Kekhawatiran masyarakat akan maraknya kasus pencurian tabung gas belakangan ini mulai terjawab. Polsek Tenggarong berhasil mengamankan tersangka berinisial YP yang telah beraksi di belasan tempat berbeda.

Aksi ini terungkap, ketika YP mencoba membobol sebuah toko di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong pada September 2025 lalu. Saat melancarkan aksinya, ia bersama motornya terpantau dalam kamera pengawas atau CCTV.

Berdasarkan bukti tersebut, tersangka dengan mudah dilacak dan diamankan di rumahnya, Kelurahan Timbau.

“Dari pengakuan YP, sudah melakukan aksi pencurian di 19 lokasi berbeda, kebanyakan yang diambil tabung gas 3 kg dan 12 kg, karena mudah dijual,” kata Kanit Reskrim Polsek Tenggarong, IPTU Makmur Jaya dalam press release, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, aksinya dilakukan seorang diri sejak setahun lalu. Toko, gudang dan rumah kosong menjadi sasarannya. Pelaku bergerak pada malam hari, dan memantau kondisi di sekitar untuk memastikan rencananya berjalan lancar.

Hanya bermodalkan gunting dan alat pendukung, belasan gembok dan pintu bangunan berhasil di rusak. Hasilnya, sebanyak 13 tabung 3 kg, dua tabung 12 kg, beberapa unit mesin bor, terpal, hingga mesin kompresor berhasil dibawa pulang. Sebagian besar, barang curian telah dijual kepada orang yang membutuhkan dengan harga murah, seperti tabung 3 kg seharga Rp 100 ribu.

“Barang bukti yang kami ambil hanya yang tersisa, lainnya sudah laku terjual di toko-toko atau orang-orang yang ditemui tersangka. Uang hasil jualan untuk membeli sembako atau kebutuhan sehari-hari,” ucap Makmur.

Di sisi lain, YP mengakui aksi nekat itu dilakukan lantaran masalah ekonomi. Ia sehari-hari bekerja sebagai kuli angkut pasir ini di Tenggarong Seberang ini harus membiayai tiga anaknya yang masih kecil. Terlebih istrinya sudah tidak ada.

“Anak ada tiga, ada yang masih sekolah dan belum, karena yang  anak terakhir masih umur 3 tahun. Anak saya akan dititipkan di kelurga. Saya sangat menyesal,” ungkap YP.

Kanit Reskrim Polsek Tenggarong mengimbau, bagi masyarakat yang merasa kehilangan tabung gas bisa menghubungi atau mendatangi  Polsek Tenggarong dengan membawa Surat Tanda Laporan (STL) dan sesuai TKP-nya.

[RWT] 



Berita Lainnya