Daerah

Pemkab Kukar Jajaki Kerja Sama dengan Pakuwon Group, Proyeksikan PAD Miliaran dari Pembangunan Mal

M Jaini Rasyid — Kaltim Today 07 Januari 2026 18:53
Pemkab Kukar Jajaki Kerja Sama dengan Pakuwon Group, Proyeksikan PAD Miliaran dari Pembangunan Mal
Gedung Ekraf Kukar. (Jen/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Rencana pembangunan mal di Kutai Kartanegara mulai mengemuka seiring penjajakan kerja sama antara Pemkab Kukar dan Pakuwon Group. Investasi ini diproyeksikan tak hanya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah, tetapi juga menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin menjelaskan, penjajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari sejumlah pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk pertemuan dengan manajemen Pakuwon Group di Jakarta. Dari hasil komunikasi itu, Pakuwon disebut menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di Kukar.

“Survei kemarin itu sebenarnya tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan kami, termasuk di Jakarta dengan manajemen Pakuwon. Insyaallah, kalau berjodoh, Pakuwon Group ini yang akan masuk berinvestasi ke Kukar,” ujar Rendi, Rabu (7/1/2026).

Rendi menyebut, Pakuwon Group merupakan salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pengembangan pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, dan kawasan superblock. Perusahaan ini memiliki beberapa tipe mal yang berskala besar dan terintegrasi.

Untuk skema investasinya, Pakuwon Group disebut mencari lahan untuk dibeli, bukan disewa. Pola ini serupa dengan pengembangan mal yang mereka lakukan di sejumlah daerah lain, termasuk di Kota Bontang.

Menurut Rendi, keberadaan mal di Bontang terbukti memberi kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah. PAD yang dihasilkan dari aktivitas pusat perbelanjaan tersebut bisa mencapai sekitar Rp 2 miliar per tahun, bahkan dari satu tenant seperti bioskop, kontribusinya disebut bisa menembus Rp 1,2 miliar per tahun.

Selain PAD, dampak lain yang menjadi perhatian Pemkab Kukar adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Rendi menyebut, pembangunan mal dengan standar nasional di satu daerah dapat menyerap hingga 1.500 tenaga kerja, dengan komitmen pemberdayaan tenaga kerja lokal.

“Ketika mal standar dibangun, kurang lebih 1.500 pekerjaan bisa tercipta. Itu yang ingin kita pastikan, tenaga kerja lokal harus mendapat porsi yang jelas,” tegasnya.

Dalam lima tahun ke depan, Pemkab Kukar memfokuskan langkah pada pencarian lokasi terbaik bagi calon investor. Penentuan lokasi tersebut nantinya akan melalui proses perhitungan dan appraisal dari pihak developer, menyesuaikan dengan target pasar yang dibidik.

Terkait lokasi, Rendi menegaskan pembangunan mal tidak akan mengganggu Pasar Tenggarong yang selama ini menjadi pusat perekonomian masyarakat. Pemkab Kukar justru ingin mendorong tumbuhnya pusat ekonomi baru di kawasan lain.

Saat ini, terdapat dua opsi lokasi yang ditawarkan kepada pihak Pakuwon Group. Salah satunya berada di wilayah Gedung Ekraf Tenggarong yang dinilai cukup menarik, meski masih dalam tahap penghitungan kelayakan. Opsi lainnya berada di kawasan Jongkang.

[RWT] 



Berita Lainnya