Kukar

Longsor Memakan Korban di Kawasan Tambang, Ahmad Yani: Kami Akan Panggil Pihak Terkait

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Longsor yang memakan dua korban di kawasan PT Kaltim Batu Manunggal (KBM) Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan pada Minggu (24/10/2021) dini hari. Mendapat perhatian serius Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Daerah Pemilihan (Dapil) Loa Kulu-Loa Janan, Ahmad Yani.

Dia mengatakan, kejadian ini harus diketahui dulu apakah termasuk kecelakaan tambang atau tidak. Apakah diakibatkan murni bencana alam atau bukan dan teknis penambangan sesuai dengan peraturan yang ditentukan atau tidak. Ini tentu harus dipastikan terlebih dahulu sehingga ada titik jelasnya.

Baca juga:  Pantau Vaksinasi, Sekda Kukar Harap 4 Pilar Berkolaborasi Percepat Kekebalan Kelompok

“Harus di kroscek dulu karena yang menentukan itu Inspektur Tambang, harus secepatnya ditangani,” ungkap politisi Fraksi PDI Perjuangan pada Selasa (26/10/2021).

Dia menyebutkan, jika disebabkan murni bencana alam tentu penanganannya berbeda dengan jika kecelakaan tambang. Selain itu, jadi perhatian yakni terkait selama pekerjaan sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) atau ada yang langar.

“Tapi yang pasti sikap DPRD akan memanggil semua pihak terkait untuk mengetahui secara pasti penyebabnya,” tegasnya.

Tak hanya itu ucap Yani, meminta pemerintah terutama pemerintah pusat agar bertanggung jawab sebab hal ini terjadi dikarenakan kurang pengawasan. Pempus tak boleh lepas tangan karena semua yang terjadi di pertambangan adalah ranahnya mereka.

Baca juga:  Harapan Besar Edi Damansyah untuk Film Perisai Mahakam

“Kami minta pertanggungjawabannya, baik secara pemerintahan dan tugas tanggung jawab,” pungkasnya.

Diketahui, pada Minggu (24/10/2021) terjadi tanah longsor di kawasan galian tambang batu bara milik PT KBM sekira pukul 02.00 Wita dini hari. Kedua korban saat itu diketahui berada di dalam mobil, tetapi karena derasnya longsoran tanah yang mengakibatkan mobil terseret ke dalam kolam galian tambang.

Korban bernama Sugiarto (50) sebagai Konsultan Engineering PT KBM dan Paiman (48) sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT). Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

[SUP | NON | ADV DPRD KUKAR]

 

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close