Politik

Megawati Ajak Puan Bertukar Posisi Jadi Ketum PDIP, Begini Responsnya

Diah Putri — Kaltim Today 27 Mei 2024 08:36
Megawati Ajak Puan Bertukar Posisi Jadi Ketum PDIP, Begini Responsnya
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Berita Satu)

Kaltimtoday.co - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, diajak bertukar posisi dengan Megawati Soekarnoputri menjadi Ketua Umum PDIP. Ajakan ini dilontarkan saat penyampaian pidato di agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP, di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (24/5/2024).

Megawati sempat menyinggung soal Puan Maharani yang kerap kali bolak-balik luar negeri. Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut didasari oleh kepentingan pekerjaan sebagai Ketua DPR bukan menjadi turis.

“Jadi saya, kalau beliau pamit, kemarin itu ikut di Bali, lalu kapan itu ke Meksiko. Lalu saya bilang, ‘gantian lah sama saya. Saya deh yang jadi Ketua DPR, kamu yang jadi ketua umum’,” ujar Megawati dilansir Berita Satu.

Respons Puan Maharani

Pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut kemudian direspon oleh Puan. Ia tidak menampik dan mengamini pernyataan tersebut.

"Berdoa saja, insyaallah," ujar Puan Maharani di sela-sela agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP pada Sabtu (25/5/2024).

Puan juga menanggapi soal dirinya yang sering kali ke luar negeri. Ia mengatakan, jabatannya sebagai Ketua DPR membuatnya sering pergi untuk menghadiri agenda konferensi internasional bersama ketua DPR lainnya.

Arus Bawah PDIP Ingin Megawati Tetap Menjadi Ketum

Respons ini berbeda dengan arus bawah PDIP. Said Abdullah selaku Ketua DPP PDIP mengatakan bahwa arus bawah PDIP masih ingin Megawati menjadi ketum (ketua umum) untuk periode mendatang.

Ia menuturkan, kecil kemungkinan terjadinya pergantian posisi ketum kepada kader lain pada kongres partai April 2025 mendatang. Ia juga menegaskan soal regenerasi di partai tersebut. 

Mulai level ranting, DPC, DPD, hingga DPP akan terjadi regenerasi. Namun, pimpinan PDIP kemungkinan tidak berganti. Said menyoroti soal pernyataan Megawati yang mengajak Puan bertukar posisi.

Ia mengatakan bahwa seloroh tersebut bukan sinyal Puan untuk menggantikan Megawati di tahun depan. 

Seloroh Megawati Menyoroti Situasi Politik

Ajakan Megawati bertukar posisi dengan Puan merupakan candaan yang menyoroti betapa enaknya Puan yang bisa sering bepergian, sementara dirinya harus menghadapi situasi politik yang tidak menentu di dalam negeri. 

"Lho enak-enak saja, masa saya yang disuruh nongkrong di sini. Terus keadaannya gonjang ganjing tidak jelas," kata Megawati, dilansir Berita Satu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya