Samarinda

Minim Bahan Baku, Harga Santan Kelapa di Bontang Merangkak Naik

Kaltimtoday.co, Bontang – Anggota Komisi II, Muhammad Ridwan berharap, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang segera turun memantau kelangkaan kelapa parut.

Berdasarkan laporan yang dia peroleh. Para pedagang sudah 3 hari tidak menjual santan kelapa karena tidak ada pasokan bahan baku. Kalaupun ada, harganya di kisaran Rp30 ribu per kg.

Baca juga:  Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Baharuddin: Tahun Ini Pembangunan di SMP 3 Tenggarong Seberang Mulai Dikerjakan

“Kondisi ini tidak boleh disepelekan karena sudah meresahkan konsumen. Apalagi menjelang lebaran. Ayam, daging, buras semua butuh santan kelapa,” ujarnya saat rapat kerja (Raker) bersama Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Selasa (20/4/2021).

Menanggapi itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala DKP3 Bontang, Ali Akbar berjanji akan segera menurunkan tim survei, sembari berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan.

“Walaupun kelapa parut tidak masuk dalam komoditas strategis yang dapat mempengaruhi inflasi, namun informasi ini jadi konsen kami, dan catatan penting untuk kami lanjutkan monitoring,” ungkapnya.

Dia membenarkan jika komoditas kelapa parut menjadi kebutuhan pokok masyarakat menjelang lebaran.

Baca juga:  Kembali Pimpin Komisi IV, Sri Puji Astuti Fokus Menyejahterakan Masyarakat

“Kami harus antisipasi kelangkaan itu,” sambungnya.

Ketersediaan kelapa parut, menurut Adi, selama ini rata-rata disupply dari daerah penopang, seperti Desa Santan dan Muara Badak Kecamatan Kutai Kartanegara, dan sebagian dipasok dari Kaliurang Kabupaten Kutai Timur.

“Sekali lagi informasi ini menjadi catatan dan akan kami tindak lanjuti,” tutupnya.

[AS | NON | ADV DPRD BONTANG]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close