Kaltim

Muktamar IPM ke-22 Digelar Secara Daring, Kader Kaltim Tetap Antusias

Kaltim Today
27 Maret 2021 16:05
Muktamar IPM ke-22 Digelar Secara Daring, Kader Kaltim Tetap Antusias
Suasana pembukaan muktamar IPM Kaltim.

Kaltimtoday.co, Samarinda - Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah ke-22 resmi dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. Pelaksaanaan perhelatan akbar yang diselenggarakan secara daring ini terpusat dari tuan rumah terpilih, Jawa Tengah, tepatnya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Jumat (26/3/2021).

Muktamar tahun ini merupakan sejarah baru bagi IPM, sebab ini kali pertama musyawarah tertinggi tersebut diadakan secara virtual. Dari masa ke masa, Muktamar juga menjadi momen berkumpul dan silaturahmi kader IPM se-Indonesia. Namun, kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak perbedaan.

Sebagaimana disampaikan Syayid Al Manar selaku Ketua Umum PW IPM Kalimantan Timur (Kaltim), bahwa muktamar ini sebagai ajang silaturahim seluruh kader IPM seluruh Indonesia, namun adanya sebuah wabah ini sehingga dilakukan secara daring

"Sebenarnya sangat disayangkan, ya. Karna euforianya berbeda dengan Muktamar offline. Biasanya kita saling bertegur sapa satu sama lain, tetapi kali ini harus dibatasi oleh layar kaca secara online," ungkapnya.

Meskipun dilakukan secara daring, IPM tingkat wilayah diberi wewenang untuk membuka titik lokasi Muktamar di wilayah masing-masing. Menyambut kebijakan tersebut, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) yang bertempat di Samarinda menyediakan tempat dan fasilitas untuk mendukung pelaksanaan Muktamar daring. Tentunya, dalam pelaksanaannya menerapkan protokol kesehatan.

Oleh Syayid, momen berkumpul kader IPM se-Kaltim di UMKT ini dikatakan sebagai satu hal yang patut disyukuri. Bahwa kader IPM Kaltim tetap bisa menikmati suasana Muktamar, namun dia mengaku bersyukur tetap melakukan silaturahmi bersama kader seluruh Kaltim yang berkumpul di satu lokasi UMKT untuk mengikuti Muktamar tersebut.

Dia menambahkan, kebijakan Muktamar daring ini merupakan bentuk keberanian demi kemajuan IPM dalam memanfaatkan teknologi informasi yang semakin pesat ini.

"Saya rasa ini adalah bentuk daripada kemajuan IPM untuk tetap eksis dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan pelajar di tengah pandemi Covid-19 saat ini," tutup Syayid.

[SDH]


Related Posts


Berita Lainnya