Daerah
Pemkot Bontang Perpanjang Durasi Proyek Jalan Soekarno-Hatta, Denda Berdasarkan Nilai Kontrak
Kaltimtoday.co, Bontang - Pembangunan Jalan Soekarno-Hatta di Bontang kini memasuki fase perpanjangan waktu. Anwar Nurddin selaku Kepala Bidang Bina Marga PUPR Bontang, mengumumkan bahwa proyek tersebut akan diperpanjang selama 50 hari dari jadwal awal.
Perpanjangan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemkot Bontang dan kontraktor pelaksana, PT Bangun Pilar Persada, yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp 15 miliar. Oleh sebab itu, proyek ini akan berlanjut hingga Februari 2024.
"Diberi kesempatan hingga 50 hari ke depan. Sudah hasil kesepakatan. Karena kan secara aturan juga bisa selama kontraktor mampu menyelesaikan pengerjaan.
Anwar juga menyatakan bahwa perpanjangan waktu ini akan disertai dengan denda. Denda tersebut dihitung berdasarkan nilai kontrak, dengan tarif seperseribu. Namun, jumlah pasti denda yang akan dikenakan kepada PT Bangun Pilar Persada tidak diungkapkan.
PT Bangun Pilar Persada sebelumnya telah menerima surat teguran kedua dari Pemkot Bontang karena progres pekerjaan yang tertunda, termasuk saat pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan hingga 15 persen. Pemkot Bontang telah membayarkan sekitar Rp 10 miliar untuk pekerjaan tersebut, termasuk jaminan uang muka dan pencairan tahap kedua.
"Ada dendanya pasti. Kan diberikan kesempatan. Perhitungannya 1/1000x nilai kontrak. Jumlah pastinya saya tidak hafal," ujar Anwar.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Bekali Orangtua dan Siswa Cegah Kekerasan Seksual, MPLS di SDN 001 Bontang Selatan Akan Libatkan DP3AKB
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDN 001 Bontang Selatan Libatkan Orangtua Lewat Pra MPLS
- JAP Minta Fasilitas Ramah Difabel Jadi Prioritas dalam Raperda LLAJ Bontang
- Andi Faizal Dorong Kesadaran Warga Rawat Aset Publik
- Pupuk Kaltim Raih Penghargaan AREA 2026, Pertegas Komitmen Bangun Ekonomi Inklusif









