Opini

Perjalanan Perjuangan Terpilihnya Sri Juniarsih - Gamalis Menjadi Pemimpin di Bumi Batiwakkal

Kaltim Today
12 Desember 2020 19:49
Perjalanan Perjuangan Terpilihnya Sri Juniarsih - Gamalis Menjadi Pemimpin di Bumi Batiwakkal

Oleh: Eko Arief Nugroho (Direktur Sinergi Riset Nusantara (SRN)

Terbanglah Bangau Ke Negeri Cina

Uang Sekeping Di Bawa Serta

Demi Berau Negeri Tercinta

Pilih Black Ping Si Nomer Dua

Itulah pantun penutup yang dibacakan Sri Juniarsih Sang Calon Bupati Berau ketika menutup pemaparan visi misinya dalam debat terbuka pilkada Berau 2020 tanggal 26 november lalu di stasiun kompas tv. Sesaat setelag pantun dibacakan, Gamalis yang menjadi pasangan Sri Juniasih membentangkan spanduk mini bertuliskan Uang Rakyat Untuk Rakyat. Adegan ini disiarkan secara langsung oleh Kompas TV dari Jakarta.

Adegan ini cukup menyedot perhatian publik Berau dan menjadi bahan perbincangan. Banyak kalangan menilai bahwa debat tersebut menjadi momen penting dimana popularitas pasangan Sri Juniasih - Gamalis meningkat tajam. Banyak pemilih yang semula ragu dengan kapasitas calon bupati dan wakil bupati no urut dua ini akhirnya berbalik memberikan dukungan.

[irp posts="25008" name="Kebijakan KBM Tatap Muka Januari 2021 Masih Prematur (?)"]

Kabupaten Berau kini memiliki seorang bupati dan wakil bupati baru. Jika tak ada aral melintang pasangan Sri Juniasih dan Gamalis akan resmi dilantik.untuk jabatan tersebut bulan februari 2021 nanti. Sri Juniarsih adalah istri Bupati Berau incumben Muharam. Ketika Muharam wafat ditengah masa pencalonan bupati bulan oktober lalu Sri Juniarsih didapuk oleh koalisi Ragam.Pesona Berau untuk menggantikan posisi suaminya sebagai calon bupati berdampingan dengan Gamalis sebagai calon wakil bupatinya.

Semula pasangan ini kurang diperhitungkan mengingat figur Sri Juniarsih yang baru hadir dalam pentas politik Berau. Pada tanggal 9 desember 2020 lalu publik seolah terkejut dengan kemenangan mutlak ini. Muncul anekdot bahwa jangankan tim lawan, tim nya sendiri terkejut dengan kemenangan yang mereka raih.

Tentu banyak faktor yang menjadi penyebab kemenangan tersebut. Faktor utamanya adalah kecerdikan Sri Juniarsih Gamalis dalam menganalisa, menentukan dan mengelola faktor pembeda yang mereka miliki. Mereka sadar betul bahwa Hantu "money politic" adalah ancaman terbesar yang akan mereka hadapi. Faktor faktor pembeda itulah yang dijadikan senjata utama untuk melawannya. Pasangan ini mampu tampil percaya diri laksana pasukan bambu runcing melawan senapan dan meriam. Mereka mainkan bambu runcing dengan ketawakalan, kecerdasan politik dan kesatuan gerak.

Faktor pembeda mereka olah dan komunikasikan secara terstuktur , massif dan sistematis. Mulai dari profiling Sri Juniarsih dan Gamalis, Narasi narasi sedikit namun diolah dengan apik dan mendalam, saluran komunikasi politik yang tertata rapih, Soliditas antara partai pengusung dengan relawan sampai dengan pemanfaatan media sosial yang optimal.

Profil Kandidat Yang Serasi

Status sebagai istri almarhum Muharam merupakan kekuatan utama elektabilitas Sri Juniarsih. Hal ini didukung oleh karakternya cenderung tampil alamiah, bisa berkomunikasi dengan berbagai kalangan serta memiliki kemampuan belajar yang cepat. Pada masa awal kampanye simpati publik terbangun karena melihatnya sebagai sosok ibu rumah tangga yang ditinggal oleh suami yang dicintainya kemudian harus menanggung tugas berat melanjutkan tugas politik sang suami. Disinilah kapasitas kepemimpinannya teruji. Dalam waktu singkat Sri Juniarsih bisa tampil bukan hanya sebagai istri yang tengah berduka namun juga seorang calon bupati yang menguasai permasalah masyarakat Berau dan apa jalan keluarnya. Saat debat terbuka, ibu dari lima orang anak ini mampu meyakinkan para undecided vooter bahwa dia layak dipilih untuk menjadi "ibu" bagi masyarakat Berau. Para pemilih yang masih belum menentukan pilihan ini pun semakin diyakinkan dengan beredarnya surat pribadi Sri Juniarsih yang dikirim ke seluruh rumah warga. Surat yang isinya sangat personal ini mampu memperkuat ikatan emosiinal dengan calon pemilih.

Sosok Gamalis sebagai calon wakil memberi kontribusi yang sangat besar. Sebagai politisi Berau senior yang sudah dua periode menjadi legislator di DPRD Propinsi Kaltim Dia memiliki hikmat kebijaksanaan. Gamalis sadar betul bahwa dalam pilkada sosok calon bupati harus lebih menonjol daripada seorang wakil. Dia memberikan panggung seluas kepada Sri Juniarsih untuk tampil meyakinkan publik. Pada saat debat terbuka, Gamalis tidak tampil dominan meskipun sama sama menguasai materi yang diperdebatkan. Publik Berau memiliki kesempatan untuk menilai kapasitas calon bupatinya dengan leluasa.

Narasi Politik Yang Ciamik

Keyakinan bahwa kata adalah senjata dalam perjuangan politik menjadi dasar dalam pemilihan dan pengembangan narasi narasi politik. Memperkuat elektabilitas calon membutuhkan kepiawaian dalam mengembangkan narasi tentang Sang Calon dan mengapa mereka harus dipilih. Pasangan Sri Juniasih - Gamalis unggul dalam menggiring opini publik untuk mengajak memilih mereka. Narasi yang dikembangkan mampu menyentuh aspek emosional pemilih.

Narasi Anti Politik uang misalnya. Narasi ini mampu dikelola dengan baik sehingga bisa selaras dengan gerakan masyarakat sipil. Masyarakat sudah muak terhadap opara cukong yang menjerat calon bupati dengan dana untuk membeli suara agar mendapat konsesi proyek dan ijin pengelolaan sumber daya alam. Komitmen Sri Juniarsih Gamalis untuk menolak politik uang mendapat dukungan yang luar biasa. Narasi ini juga telah menempatkan paslon nomer 2 ini sebagai pasangan protagonis yang berjuang menegakkan aturan melawan "musuh negara".

Narasi lain yang cukup efektif mendongkrak elektabilitas Ragam adalah Uang Rakyat Untuk Rakyat. Spirit ini mampu menjelaskan bagaimana kelak pasangan ini akan mengelola anggaran publik pemerintah Kabupaten Berau. Narasi ini diperkuat dengan Narasi Delapan Belas Program Unggulan yang mudah dicerna. Sehingga definisi Uang Rakyat Untuk Rakyat memiliki penjelasan tentang implementasinya.

Sri Juniarsih Gamalis juga mampu melawan agresifitas pihak pihak yang ingin melumpuhkan kerja tim ragam dengan tindakan kekerasan. Berbagai ancaman dan tindakan fisik yang dialami oleh para relawan dilawan dengan kampanye anti kekerasan yang cukup massif. Hal tersebut ternyata mengundang simpati masyarakat Berau yang lebih luas.

Narasi terahir yang cukup fenomenal adalah penggunaan ikon Black Ping. Meskipun mendapaat cemoohan dari kubu lawan namun ikon ini mampu menelusup disanubari para pemilih milenial. Pada sisi lain , tim lawan sepertinya tidak memliki manajemen isu yang tertata dengan baik. Cenderung reaksioner dan dikomunikasikan secara sporadis.

Saluran Komunikasi yang Tertata

Narasi yang dipersiapkan dengan apik tak akan berarti apa apa jika tidak terdistribusi dengan baik. Berkaitan dengan hal ini, pasangan Sri Juniarsih Gamalis mampu mengembangkan tata kelola saluran komunikasi politiknya. Narasi narasi yang harus dikomunikasikan kepada publik diatur agar seirama, baik di tingkat pimpinan koalisi maupun di level relawan TPS. Jalur komunikasi dipersiapkan sedemikian rupa agar setiap pesan yang keluar efektif untuk meraih dukungan maupun untuk menangkal serangan lawan.

Media Sosial Ruang Tempur Baru Pilkada Berau

Hasil survey mencatat bahwa 33 persen pemilih Berau menentukan pilihannya berdasarkan informasi media sosial. Sri Juniasih gamalis mencermati betul hasil survey ini. Mereka yakin bahwa dengan kemenangan di ruang media sosial akan memberi sumbangan besar bagi kemenangan. Tim "cyber army" benar benar dipersiapkan dan dikelola dengan matang. Grup facebook baru sengaja dibuat sedangkan grup yang sudah ada diduduki secara massif sebagi ruang pertarungan opini. Demikian juga dengan fasilitas WA. Pemanfaatan fitur ini dilakukan secara optimal baik untuk konsolidasi internal maupun untuk komunikasi dengan publik pemilih . Hasilnya seperti yang kita saksikan bersama. Sri Juniarsih Gamalis mampu meraih elektabilitas yang tinggi .

[irp posts="24249" name="Sekolah Kembali Dibuka, Bijakkah?"]

Soliditas Partai Pengusung dan Tim Relawan Sebagai Benteng Pertahanan

Pada banyak tim pilkada kegagalan pemenangab bersumber dari rapuhnya soliditas tim. Tim yang keropos membuka banyak celah untuk masuknya serangan. Pasukan tidak fokus bertempur di medan juang, karena sibuk mengatasi pertempuran internal.

Pasangan Sri Juniarsih Gamalis diberkahi dengan kesatuan dan persatuan tim yang kokoh. Baik unsur partai pendukung maupun unsur relawan non partai dapat bersatu padu dalam satu komando Tim Gabungan.

Pasangan ini memiliki benteng pertahanan yang sulit digoyahkan oleh gempuran musuh. Sekaligus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mengendalikan pertempuran.

Itulah pokok pokok perkara yang menjadi kunci kemenangan Sri Juniasih Gamalis. Mereka yang berada dibalik kemenangan pasangan ini tidak sedikit jumlahnya. Mereka adalah sosok warga Berau yang tangguh dalam pertempuran politik. Merekalah Tim Ragam. Kemenangan yang mereka raih adalah kemenangan yang sangat dramatis. Dalam satu putaran pilkada mereka harus melelalui tiga kali pergantian pasangan calon. Bermula dari pasangan Muharam yang gagal karena tidak mendapat restu partai dilanjut dengan pasangan Muharam Gamalis yang harus berpisah karena takdir ilahi dan yang terakhir pasangan Sri Juniarsih Gamalis yang tidak diperhitungkan namun berhasil membuat perhitungan. Sri Juniasih tampil sebagai satu satunya calon bupati perempuan yang unggul dalam pilkada 2020 di Kalimantan timur.

Selamat kepada warga Berau yang telah memiliki sosok pemimpin baru. Seorang perempuan yang akan menjadi Ibu bagi seluruh masyarakat Berau. Khasanah perjalanan Berau kini diperkaya dengan lahirnya sosok bupati perempuan pertama. Bupati yang lahir dari perjuangan tim Ragam beserta masyarakat Berau dalam menegakkan marwah peradaban Bumi Batiwakkal. Perjuangan tanpa politik uang.

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co



Berita Lainnya