BPBD BONTANG

Perkuat Pemulihan Pascabencana, BPBD Bontang Bentuk Tim Jitupasna

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 25 November 2025 15:35
Perkuat Pemulihan Pascabencana, BPBD Bontang Bentuk Tim Jitupasna
BPBD Bontang menginisiasi pembentukan Tim Jitupasna yang terdiri dari berbagai lintas sektor. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Bontang - Upaya mempercepat proses pemulihan pascabencana di Kota Bontang semakin diperkuat melalui pembentukan Tim Jitupasna atau Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana. Pembentukan tim tersebut dilaksanakan di Kantor BPBD Bontang pada Selasa (25/11/2025) dan melibatkan berbagai instansi teknis yang memiliki peran dalam proses pemulihan bencana. Tim ini dibentuk untuk memastikan pengkajian kerusakan, kerugian, serta kebutuhan pascabencana dapat dilakukan dengan lebih sistematis dan akurat.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Andi Suharto Mori, menjelaskan bahwa tim akan langsung bergerak ketika daerah memasuki status tanggap darurat hingga masa transisi menuju pemulihan. Ia menegaskan bahwa kehadiran tim ini memungkinkan pemerintah bekerja lebih cepat dan terarah pada fase kritis tersebut. “Tim ini akan mulai menjalankan tugasnya begitu status tanggap darurat ditetapkan, karena pada fase itu kebutuhan akan data kerusakan dan kebutuhan pemulihan harus segera dipenuhi,” ujar Andi.

Proses pengkajian dilakukan melalui lima sektor utama, yaitu perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan sektor lintas yang mencakup pelayanan dasar seperti pendidikan. Setiap sektor dipimpin oleh tim teknis yang bertugas mengumpulkan data detail di lapangan, mulai dari kondisi bangunan, sarana publik, hingga dampak ekonomi masyarakat.


“Setiap sektor akan melakukan pengumpulan data secara menyeluruh agar pemerintah memiliki dasar perencanaan yang benar-benar kuat untuk pemulihan jangka pendek maupun jangka panjang,” jelasnya.

Dalam rapat pembentukan tim, hadir sejumlah perangkat daerah seperti Bapperida, BPKAD, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, serta perwakilan kecamatan. Mereka akan menjadi bagian dari tim teknis sesuai peran dan kewenangan masing-masing.

Andi berharap pembentukan Tim Jitupasna dapat meningkatkan kualitas koordinasi lintas sektor, termasuk mempercepat penyusunan RP3P atau Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Ia menilai data yang akurat akan sangat menentukan keberhasilan proses pemulihan di lapangan.

“Tim ini dibentuk untuk memastikan seluruh proses pemulihan berjalan lebih terarah dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga terdampak,” tutupnya.

[ADB BPBD BONTANG]



Berita Lainnya