Balikpapan

PT Pertamina Hulu Mahakam Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Produsen Nasional

Kaltim Today
17 September 2021 19:13
PT Pertamina Hulu Mahakam Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Produsen Nasional
Pipa pengeboran buatan nasional. (Istimewa).

Kaltimtoday.co, Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dengan dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Subholding Upstream Regional Kalimantan dan SKK Migas. Memulai pelaksanakan uji coba pemancangan pipa pengeboran buatan produsen dalam negeri di Lapangan Tunu yang berada di rawa-rawa Delta Mahakam, Selasa (14/9/2021).

Dalam uji coba ini, material pipa ukuran 20 inchi tersebut akan digunakan sebagai pipa konduktor. Pemasangan dilakukan dengan menumbuka pipa menggunakan diesel hammer hingga kedalaman 100-120 meter.

Tahap pengujian pipa merupakan bagian dari inisiatif PHM untuk memberdayakan industri lokal dengan semangat peningkatan kapasitas nasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

PHM terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan operasi Drilling dan Well Intervention, yang sangat membutuhkan tingkat keselamatan yang tinggi.

Penggunaan material pipa pengeboran buatan dalam negeri merupakan tahap lanjutan. Setelah sebelumnya PHM sukses mengembangkan berbagai aksesoris sumur buatan dalam negeri melalui kolaborasi dan pembinaan dengan beberapa produsen nasional yang saat ini sudah beralih ke tahap implementasi industrialisasi.

 

 

A post shared by Kaltim Today (@kaltimtoday.co)

Tantangan terbesar dalam inisiatif ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis material yang tinggi dan sangat ketat. Kesesuaian spesifikasi teknis menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan dan integritas sumur selama bertahun-tahun masa produksinya.

Setelah melalui tahapan pembinaan, produksi manufakturing pipa ERW (Electric Resistance Welding), dan quality control yang ketat sepanjang tahun. Pada September 2021 ini, salah satu uji produksi pipa produsen nasional telah sampai ke tahap uji pemancangan di lapangan.

WK Mahakam, metode pemancangan harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati, karena selain untuk mencapai fungsi utamanya. Melalui metode khusus pipa diarahkan agar tidak menabrak pipa-pipa dari sumur-sumur lain yang jumlahnya ribuan yang sudah dibor sejak pengembangan WK Mahakam pada 1974.

Metode ini disebut PERTACERDIK (Pertamina CP Driving Kit) dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Proses perdana pengujian lapangan ini disaksikan oleh Manajemen PHM selaku operator WK Mahakam, SKK Migas, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang baru saja berganti nama menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam rangkaian kunjungan yang meliputi tinjauan pekerjaan persiapan pipa konduktor di area Tamapole dan operasi pemancangan di sumur lapangan Tunu.

General Manager PHM, Agus Amperianto menyampaikan, akan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi migas. Untuk mendukung capaian produksi migas nasional 1 Juta BOPD di 2030, terutama dalam kegiatan project, maintenance dan operasional pengeboran.

“Kami akan terus mempertahankan kinerja capaian komitmen TKDN yang sudah sangat baik saat ini agar menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Tujuannya satu, yaitu mahakam bangkit untuk Indonesia maju,” kata Agus dalam rilisnya pada Jumat (17/9/2021).

Dia juga mengungkapkan, rangkaian pembinaan dan pengujian pipa produksi dalam negeri di WK Mahakam adalah sebagai bukti peran aktif dan positif sektor hulu migas bagi kemajuan perekonomian nasional.

Sementara, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi menambahkan, SKK Migas telah menetapkan rencana dan strategi dalam target transformasi Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 di 2030, yakni selain meningkatkan produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas, yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan efek berganda (multiplier effect) industri hulu migas.

“SKK Migas memberikan kesempatan kepada penyedia barang dan jasa dengan technical assistance dari BPPT untuk mengembangkan pipa konduktor. Secara prototype, pipa konduktor ini sudah dapat dilakukan uji coba, tinggal ke depan akan dibahas untuk sisi komersialnya,” ungkap Erwin.

SKK Migas terus mendukung dan memberikan arahan kepada KKKS dan penyedia barang dan jasa nasional yang ingin maju dan berkembang.

“Komitmen dari PHM dalam menggunakan produk pipa dalam negeri adalah bentuk nyata kiprah sektor hulu migas untuk memajukan industri nasional agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menciptakan kemanfaatan ekonomi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” lanjut Erwin.

Untuk terus mendukung hal tersebut ucap Erwin, SKK Migas bersama KKKS akan mengadakan acara Forum Kapasitas Nasional 2021 pada Oktober 2021 mendatang. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi para penyedia barang dan jasa nasional untuk meningkatkan kolaborasi dengan industri migas.

“Forum ini diharapkan dapat mendorong transformasi aktif mereka untuk mengimplementasikan program-program peningkatan kapasitas nasional,” pungkasnya.

[SUP | NON]



Berita Lainnya