Nasional

Suahasil Nazara Resmi Ditunjuk Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Network — Kaltim Today 14 September 2026 16:37
Suahasil Nazara Resmi Ditunjuk Jadi Menkeu Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan baru, Suahasil Nazara. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Suahasil Nazara resmi ditetapkan sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Penetapan tersebut diumumkan dalam perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) pukul 15.35 WIB.

Sebelum pengumuman penetapan tersebut, Suahasil yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) telah lebih dahulu tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Tiba di Istana Kenakan Dasi Biru

Kehadiran Suahasil di Istana mengenakan jas formal dan dasi biru sempat menarik perhatian publik di tengah agenda perombakan susunan kabinet pemerintahan.

Saat ditemui awak media di lokasi, Suahasil menjelaskan bahwa kedatangannya ke Kompleks Istana Kepresidenan tersebut dilakukan setelah menerima panggilan telepon dari pihak Istana.

Tekankan Integritas Pengelolaan APBN

Dalam kiprahnya di Kementerian Keuangan, Suahasil dikenal konsisten menekankan pentingnya integritas dan dedikasi tinggi bagi seluruh jajaran dalam mengelola keuangan negara. Menurutnya, hal itu krusial agar kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola APBN tetap terjaga.

"Kita berusaha memastikan integritas menjadi tiang dari pekerjaan kita," ujar Suahasil dalam sebuah pertemuan bersama pegawai Kemenkeu.

Soroti Efisiensi dan Pemanfaatan Teknologi

Selain integritas, Suahasil juga menyoroti pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi kerja. Ia mencontohkan pengelolaan dana APBN senilai Rp 1,77 triliun di KPPN Mojokerto yang dapat dijalankan secara efektif oleh 18 pegawai berkat dukungan sistem informasi.

Suahasil turut menginstruksikan seluruh jajaran Kemenkeu untuk aktif berkoordinasi serta melakukan berbagi data antarunit Eselon I. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan tugas pengelolaan APBN di daerah dapat berjalan lebih optimal.

[RWT]



Berita Lainnya