Kukar

38 Desa di Kukar Bakal Dapat Bantuan BTS dan Repeater dari Kementerian Kominfo 

Kaltimtoday.co, Tenggarong — Sejumlah desa di Kutai Kartanegara (Kukar) masih memiliki wilayah blank spot atau tidak ada jaringan telekomunikasi seluler. Hal ini tentu menghambat informasi-informasi kepada masyarakat. 

Oleh karenanya, dari 23 program Dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar salah satunya yaitu pemantapan konektivitas wilayah terutama jaringan telekomunikasi. 

Baca juga:  Bupati Kukar Lepas Pelajar SMAN 1 Tenggarong Ikut LKBB Tingkat Nasional

Meskipun penanganan blank spot kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) namun berfokus pada jaringan Internet. Ada 14 desa di Kukar yang jaringan internet ditangani oleh Kemkominfo. 

Namun, dalam penyusunan RPJMD 2021-2026, Bupati Kukar menginginkan tak hanya sebatas Internet saja. Sebab pemasangannya hanya di pusat pemerintahan desa, puskesmas ataupun sekolah sehingga masyarakat tidak merasakan secara langsung. 

“Kami ditugaskan, ada 23 desa sasaran pada pembahasan awal untuk penanganan blank spot,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfo Kukar, Ery Hariyono kepada Kaltimtoday.co, Kamis (10/3/2022). 

Kemudian, melakukan koordinasi dengan Kominfo RI lalu dapat informasi jika penanganan blank spot hanya daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Namun Kukar tidak masuk, kemudian dialihkan ke program lain di Kemkominfo. 

Baca juga:  Dukung Pasar Ramadan Digelar, Budiman: Wajib Terapkan Prokes

Kemkominfo pun menugaskan operator seluler untuk mendirikan Base Transceiver Station (BTS) atau stasiun pemancar dan Repeater atau penguat sinyal di desa blank spot. Kabupaten Kukar pun dapat 38 desa yang menerima program tersebut. 

“Kukar dapat 38 desa tapi SK dan lainnya secara fisik belum diterima. Tapi waktu rapat dengan Kementerian itu sudah ditayangkan,” sebutnya. 

Ery menuturkan, 23 desa yang menjadi sasaran penanganan Diskominfo Kukar, terdapat 10 desa yang masuk dalam 38 desa program Kominfo. Sehingga Diskominfo hanya menangani 13 area blank spot saja. 

Baca juga:  Polemik B1KWK, AYL-Suko Bakal Gugat SK PAN di Bawaslu

“10 desa akan dikerjakan Kementerian hingga 2024 dan kami belum dapat informasi kapan dan dimana saja dilaksanakan duluan,” jelasnya. 

Adapun 10 desa diantaranya Desa Muara Enggelam Kecamatan Muara Wis, Desa Long Beleh Modang Kecamatan Kenohan, Desa Muata Baru Kecamatan Kota Bangun. Selanjutnya sejumlah desa di Kecamatan Tabang yaitu Desa Muara Tuboq, Muara Kebaq, Muara Salung, Muara Tiq, Muara Belinau, Umaq Dian, dan Umaq Tukung. 

[SUP | NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker