Kukar

Aksi Penolakan Tambang di Desa Sumber Sari Hampir Diwarnai Bentrokan

Supri Yadha — Kaltim Today 09 Maret 2023 17:53
Aksi Penolakan Tambang di Desa Sumber Sari Hampir Diwarnai Bentrokan
Aksi penolakan tambang oleh Warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu.

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Penolakan tambang di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu terus diserukan. Sebagian besar warga menolak tambang batu bara, baik yang legal maupun ilegal.

Terbaru pada Kamis (9/3/2023), masyarakat melakukan aksi penolakan lantaran wilayah Desa Sumber Sari jadi sasaran tambang emas hitam. Bahkan, jalan menuju ke lokasi jadi perlintasan keluar masuknya minyak dan bahan logistik. 

Diketahui, dampak rusaknya lingkungan akibat tambang berpengaruh besar terhadap sektor pertanian di Desa Sumber Sari. Sebab, sumber air yang mengaliri persawahan tercemar. Selain itu, aliran air tersebut juga berpengaruh pada kolam ikan di Desa Ponoragan.

Kepala Dusun II Desa Sumber Sari, Dedi mengungkapkan, saat pemasangan portal akses jalan sempat memanas dan hampir terjadi benturan fisik antara warga dengan pemilik lahan. Lantaran sebelumnya, pemilik lahan merasa tidak diundang rapat.

Untuk menghindari benturan antar warga, akhirnya sepakat untuk diagendakan rapat ulang.

"Pemilik lahan orang kampung sana juga. Dia memang kerja di sana (tambang)," kata Dedi.

Menindaklanjuti permasalahan ini, pihaknya dalam waktu dekat akan kembali mengundang warga dan ketua rukun tetangga (RT) untuk rapat bersama. Dari situ, akan didengarkan keinginan warga terhadap penolakan selanjutnya. Apakah tetap diportal atau ada cara lainnya.

"Nanti keputusan warga yang paling banyak itu kami pakai," tuturnya.

Aksi tersebut pun tidak dikawal oleh Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari, padahal sudah diberikan informasi jika akan dilakukan aksi penolakan tambang.

Hal ini tentu sangat disayangkan oleh Pemerintah Desa. Sebab kehadiran aparat keamanan diharapkan dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

"Inilah yang kami sayangkan, kenapa tidak ada aparat yang datang, karena kami menghindari kontak fisik. Adanya aparat, warga akan lebih segan, tapi kenyataan tidak kunjung datang," tutupnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya