Advertorial

Dibiayai hingga Tuntas, Lulusan Penerima Beasiswa Kerja Sama Wajib Mengabdi di Pemkab Kukar

Supri Yadha — Kaltim Today 31 Mei 2024 08:37
Dibiayai hingga Tuntas, Lulusan Penerima Beasiswa Kerja Sama Wajib Mengabdi di Pemkab Kukar
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza, mengumumkan pencairan Beasiswa Kukar Idaman pada bulan Juni 2024 mendatang. Total kuota penerima sebanyak 1.530 orang, terdiri dari 1.300 beasiswa stimulan dan 230 beasiswa kerjasama atau tematik.

Besaran beasiswa bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 200 juta per orang. Beasiswa kerja sama, yang diberikan hingga lulus, memiliki nilai lebih tinggi karena mempertimbangkan biaya pendidikan hingga 4 tahun. 

"Kalau beasiswa stimulan, penerimanya harus mendaftar setiap tahun. Sedangkan beasiswa kerja sama diberikan hingga lulus,” kata Dendy, Kamis (30/5/2024).

Beasiswa kerja sama terbagi menjadi tiga jenis, yakni santri lanjut perguruan tinggi dengan kuota 20 orang, tematik/kerjasama/pupus ada 200 orang, dan SMK/SMK/MA kerja sama sebanyak 10 orang.

Pemkab Kukar juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi dan universitas dalam menjalankan beasiswa kerja sama ini. Di antaranya, Telkom University Bandung, Universitas Islam Indonesia, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu Al Quran (IIQ) Jakarta, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) Surakarta.

“Beasiswa kerja sama ini disesuaikan dengan kebutuhan perangkat daerah, oleh karena itu disebut beasiswa kerja sama tematik,” tutur Dendy.

Salah satu alasan mengirimkan mahasiswa menempuh pendidikan di STPN, karena di Kutai Kartanegara masih kekurangan sarjana di bidang pertanahan. Kemudian UII Fakultas Psikologi, karena masih minim lulusan psikolog, sedangkan jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak meningkat. Walau sudah memiliki 4 psikolog, namun di antaranya berasal dari Samarinda. 

Berikutnya, Universitas Telkom Bandung sebagai upaya mengatasi minimnya sumber daya informatika (SDM) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Sebab selama ini, rata-rata SDM di Diskominfo berasal dari Samarinda.

“Jadi ketika mereka lulus, maka akan ditempatkan di dinas tersebut sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Dan itu sudah ada perjanjian yang telah ditandatangani penerima beasiswa kerja sama bahwa wajib mengabdi selama 5 tahun,” tandasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp



Berita Lainnya