Daerah
Jelang Penertiban Pasar Subuh Samarinda, Warga Teken Petisi Tolak Relokasi
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Puluhan warga, termasuk pedagang dan pembeli, ramai-ramai menandatangani petisi menolak relokasi Pasar Subuh di Jalan Yos Sudarso, Samarinda, pada Sabtu (3/5/2025). Aksi ini merupakan respons terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk memindahkan Pasar Subuh ke Pasar Beluluq Lingau di Jalan PM Noor, Kecamatan Samarinda Utara.
Berdasarkan surat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda Nomor 000/0513/100.15, pedagang diminta memindahkan lapak secara mandiri paling lambat 4 Mei 2025. Namun, rencana ini memicu penolakan keras dari warga yang menggantungkan hidup dari Pasar Subuh.
Meimei (27), pedagang sayur, mengaku telah berjualan di Pasar Subuh sejak 2012. Ia mengisahkan bahwa pasar ini menjadi tulang punggung perekonomian keluarganya sejak ia kecil. “Sejak tahun 2000-an, saya ikut ibu jualan sayur. Pasar ini sangat penting bagi hidup kami. Kalau dipindah, kami khawatir pelanggan berkurang,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Pasar Subuh (PPS) Abdul Salam (53) menegaskan, petisi ini mencerminkan solidaritas warga untuk mempertahankan Pasar Subuh. “Petisi ini menunjukkan animo masyarakat. Banyak pembeli, yang sebagian besar warga sekitar, juga resah karena lokasi baru terlalu jauh,” kata Salam.
Menanggapi klaim Wali Kota Samarinda Andi Harun bahwa pergantian kepengurusan PPS memicu konflik, Salam membantah. Ia menjelaskan, ketua PPS sebelumnya sudah tidak berjualan di Pasar Subuh selama enam tahun, sehingga tidak mewakili aspirasi pedagang.
Sementara itu, Asisten II Pemkot Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi awal atas rencana relokasi pedagang di Pasar Subuh sejak 2 Oktober 2023. Pemerintah menampung seluruh keluhan para pedagang, hingga menyiapkan tempat untuk relokasi.
"Permintaan mereka sejak tahun 2023 lalu kami tampung. Mulai dari kios baru, serta fasilitas-fasilitas untuk para pedagang. Saat ini, tempat relokasi sudah siap," tuturnya.
Lebih lanjut, Marnabas mengatakan, pemkot telah menyiapkan sekitar 100 kios baru di Pasar Beluluq Lingau (Dayak), untuk menampung puluhan pedagang pasar subuh.
"Fasilitas seperti IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), penerangan, sudah kami siapkan di tempat relokasi yang baru," tuturnya.
Marnabas menegaskan, penertiban kawasan pasar subuh harus dilakukan karena atas permintaan dari sang pemilik lahan. Selain itu, pemerintah kota saat ini tengah berusaha untuk melakukan penataan sejumlah pasar sebagai ikon Samarinda.
[NINDI | TOS]
Related Posts
- MPP Samarinda Tata Ulang Layanan: 44 Loket, 43 Instansi, Efisiensi SDM Jadi Fokus
- Dishub Samarinda Ultimatum Kontainer Bandel di Ringroad I: Ban Digembosi dan Terancam Ditusuk Paku
- Empat Bulan Buron, Dua DPO Persiapan Bom Molotov Belum Tertangkap
- Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Samarinda Ulu, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Dari Sydney hingga Gaza, Begini Kontras Dunia Menyambut Tahun Baru 2026









