Internasional

Dari Sydney hingga Gaza, Begini Kontras Dunia Menyambut Tahun Baru 2026

Kaltim Today
01 Januari 2026 10:36
Dari Sydney hingga Gaza, Begini Kontras Dunia Menyambut Tahun Baru 2026
Kembang api meletus di atas Sungai Chao Phraya saat perayaan Tahun Baru di Bangkok, Thailand, Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: AP/Sakchai Lalit)

Kaltimtoday.co - Dari Paris hingga Dubai dan Sydney, kerumunan di berbagai belahan dunia menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, pertunjukan cahaya, hingga atraksi jet ski, sementara yang lain memilih perayaan yang lebih sederhana. Sebagian kawasan merayakan dengan gegap gempita, sebagian lain dibayangi perang dan bencana.​

Hitung mundur menuju tengah malam diproyeksikan ke Arc de Triomphe di Paris, sementara warga Rusia merayakan pergantian tahun di Moskow yang bersalju. Di Jepang, lonceng kuil berdentang, ada yang mendaki gunung untuk menyaksikan matahari terbit pertama, sedangkan di Dubai panggung tahun baru dimeriahkan pertunjukan cahaya dengan jet ski yang beratraksi salto di atas air.​

Hong Kong menggelar perayaan terbatas setelah kebakaran di sebuah apartemen beberapa waktu lalu menewaskan 161 orang. Di Australia, tahun baru disambut dengan sikap menantang kurang dari sebulan setelah penembakan massal terburuk dalam hampir 30 tahun.​

Pengamanan Ketat di Sydney

Di Sydney, polisi memperketat pengamanan di titik-titik kumpul warga yang menonton kembang api. Banyak petugas tampak membawa senapan laras panjang, pertama kalinya dalam sejarah perayaan tahun baru di kota itu, menyusul serangan dua pria bersenjata ke perayaan Hanukkah di Bondi Beach pada 14 Desember yang menewaskan 15 orang.​

Sekitar satu jam sebelum tengah malam, korban penembakan diperingati dengan mengheningkan cipta selama satu menit. Warga juga diajak menunjukkan solidaritas terhadap komunitas Yahudi Australia.​

Personel kepolisian dan anggota Rosguardia (Garda Nasional) berjalan di Lapangan Merah yang ditutup bagi perayaan Malam Tahun Baru di Moskow, Rusia, Rabu, 31 Desember 2025. (Foto: AP/Pavel Bednyakov)
Personel kepolisian dan anggota Rosguardia (Garda Nasional) berjalan di Lapangan Merah yang ditutup bagi perayaan Malam Tahun Baru di Moskow, Rusia, Rabu, 31 Desember 2025. (Foto: AP/Pavel Bednyakov)

Perdana Menteri New South Wales Chris Minns meminta warga tetap datang ke lokasi perayaan dan tidak takut. Ia menegaskan, kelompok ekstremis akan menganggap kerumunan yang mengecil sebagai kemenangan mereka.​

Bayang Perang dan Bencana

Indonesia mengurangi skala perayaan tahun baru sebagai bentuk solidaritas bagi komunitas yang terdampak banjir dan longsor di sebagian wilayah Sumatra sekitar sebulan lalu yang menewaskan lebih dari 1.100 orang. Di Pulau Bali, pesta kembang api diganti dengan tarian tradisional.​

Hong Kong menyambut 2026 tanpa kembang api di atas Victoria Harbour setelah kebakaran besar di sebuah hunian tinggi pada November lalu. Sebagai pengganti, fasad gedung-gedung ikonik diubah menjadi jam hitung mundur yang berpadu dengan pertunjukan cahaya pada tengah malam.​

Di Gaza, warga Palestina berharap tahun baru membawa akhir bagi perang antara Israel dan Hamas. “Perang ini menghinakan kami,” kata Mirvat Abed Al-Aal, yang terpaksa mengungsi dari Rafah di selatan.​

Eropa dan Harapan Damai

Di Roma, Paus Leo XIV menutup tahun dengan seruan agar kota itu tetap ramah terhadap pendatang dan kelompok rentan. Kembang api meledak di langit Eropa, dari Colosseum di Roma hingga London Eye di London.​

Di Paris, kerumunan memadati Champs-Élysées yang gemerlap. Taissiya Girda, turis 27 tahun asal Kazakhstan, mengungkapkan harapan untuk 2026 yang lebih tenang dan tanpa perang di Rusia, Ukraina, Palestina, dan Israel.​

Kembang api meletus di sekitar Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, saat perayaan Tahun Baru di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: AP/Fatima Shbair)
Kembang api meletus di sekitar Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, saat perayaan Tahun Baru di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: AP/Fatima Shbair)

Di Skotlandia, yang menyebut malam tahun baru sebagai Hogmanay, Perdana Menteri John Swinney mengajak warga meneladani makna lagu “Auld Lang Syne” karya Robert Burns melalui aksi-aksi kecil penuh kebaikan. Yunani dan Siprus menurunkan tingkat kebisingan dengan mengganti kembang api tradisional menjadi piroteknik rendah suara dan pertunjukan drone, agar perayaan lebih ramah bagi anak-anak dan hewan peliharaan.​

New York Perketat Keamanan

Di New York City, polisi menyiapkan pengamanan tambahan di sekitar acara penurunan bola tahun baru di Times Square, termasuk tim penyaringan bergerak. Kepolisian menyebut langkah itu bukan respons terhadap ancaman spesifik tertentu.​

Usai bola turun, instalasi tersebut akan kembali diangkat dengan sorotan lampu merah, putih, dan biru untuk menandai peringatan 250 tahun Amerika Serikat yang akan datang. Zohran Mamdani juga dijadwalkan resmi menjabat sebagai wali kota setelah upacara pelantikan tertutup di sebuah stasiun kereta bawah tanah tua sekitar tengah malam.

[TOS | AP]



Berita Lainnya