Nasional

Jumlah Kematian Pasien Covid-19 Belum Divaksin Tiga Kali Lipat Lebih Banyak

Kaltimtoday.co, Jakarta – Temuan terbaru di DKI Jakarta, tingkat kematian warga yang tidak divaksin tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang belum melakukannya.

Hal ini terungkap dalam data terbaru yang dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Data Kemenkes, tingkat kematian mereka yang tidak divaksinasi adalah 15,5 persen. Sementara mereka yang telah menerima dua suntikan vaksin Sinovac (SVA.O) atau AstraZeneca (AZN.L) adalah 4,1persen.

Baca juga:  6 Gempa Bumi Paling Dahsyat yang Pernah Terjadi di Indonesia

Data ini dari sejumlah rumah sakit pemerintah dengan melihat 68.000 pasien di Jakarta dari bulan Mei hingga Juli.

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia telah kewalahan menangani lonjakan cepat kasus Covid-19.

Rabu (4/8/2021) bahkan Indonesia mencatat rekor suram, total kematian akibat Covid-19 yang mencapai 100.000 orang.

Baca juga:  Penderita Gangguan Jiwa di PPU Meningkat Selama Masa Pandemi

Data global perbandingan antara kematian mereka yang divaksinasi dan yang tidak, sulit diketahui.

Tapi Dr Ines Atmosukarto, ahli biologi molekuler dari Australian National University, mengatakan angka-angka yang ada sudah menjadi bukti tambahan soal pentingnya vaksinasi.

Baca juga:  Cara Dapat Diskon 50-100 Persen dari PLN 2021 untuk Pelanggan Pascabayar dan Prabayar

“Ini mendukung proposisi bahwa dua dosis vaksin mengurangi kemungkinan kematian bagi mereka yang terinfeksi dan membutuhkan rawat inap,” katanya seperti dilansir dari suara.com – jaringan kaltimtoday.co.

Ia juga menambahkan data tersebut masih kurang merinci tentang usia, penyakit bawaan, dan periode pengamatan pasien.

Angka membantu memerangi keraguan vaksinasi

Dari data dari Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan 93 persen pasien Covid-19 yang meninggal sejak Maret hingga Juli belum mendapat vaksinasi.

Baca juga:  Kepala Gugus Tugas Tegaskan Mudik Dilarang dan Tidak Ada Kelonggaran

Sementara enam persen telah menerima dosis pertama dan satu persen telah mendapat dua dosis vaksin.

Vaksin Sinovac dan AstraZeneca adalah dua vaksin yang paling banyak diberikan di daerah tersebut.

Siti Nadia Tarmizi, juru bicara Kemenkes RI, mengatakan data tersebut dapat membantu memerangi keraguan vaksinasi di Indonesia.

Di Indonesia, sebanyak 18 persen warga telah menerima satu dosis vaksin dan yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin sebanyak delapan persen, menurut data Kemekes RI.

Baca juga:  Cendera Mata Eangelia Karya Anak Difabel Siap Menembus Ajang Miss World 2021

Hingga laporan ini diturunkan, Indonesia telah mencatat 100.600 kematian.

Sebagai perbandingan, di India 27,7 persen populasi telah menerima satu dosis vaksin dan 7,8 persen telah divaksinasi dua dosis, menurut data pemerintah dan penelitian yang dilakukan Reuters.

Sementara tingkat kematian di India telah mencatat 425.700.

Indonesia saat ini menjadi episentrum virus corona di Asia karena penularan virus Delta, dengan total kasus positif Covid-19 sudah mencapai lebih dari 3,5 juta orang sejak awal pandemi tahun lalu.

Baca juga:  Fokus Tracing dan Vaksinasi, Pemkab Kukar Ajukan BTT Rp144,5 Miliar di APBD Perubahan

Menteri Kesehatan Budi G Sadikin mengatakan minggu ini Indonesia telah mencapai puncak gelombang kedua.

Tapi tetap ada kekhawatiran varian Delta masih mengancam daerah-daerah di pelosok yang tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai

Irma Hidayana, dari Lapor Covid-19 mengatakan masalah distribusi vaksin, termasuk infrastruktur dan data, serta keraguan vaksin, telah menghambat program vaksinasi.

Baca juga:  Pelni Mulai Jual Tiket Penumpang di Tengah Pandemi Covid-19, Berikut Persyaratannya

“Kementerian Kesehatan perlu memiliki distribusi vaksin yang terencana dengan baik yang memastikan semua orang yang rentan menjadi prioritas utama,” katanya.

“Pemerintah harus memastikan bahwa vaksin terdistribusi secara merata.”

[TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close