Gaya Hidup

Kapan Nisfu Syaban 2024? Berikut Bacaan Doa, Amalan, dan Keutamaannya

Intan Thania Amelia — Kaltim Today 22 Februari 2024 08:30
Kapan Nisfu Syaban 2024? Berikut Bacaan Doa, Amalan, dan Keutamaannya
Nisfu Sya’ban 2024. (Freepik)

Kaltimtoday.co - Bulan Sya’ban adalah bulan di mana terdapat hari istimewa di dalamnya yang biasanya akrab disebut dengan Nisfu Sya’ban. Di hari itu, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa serta memperbanyak amalan, doa, dan ibadah agar bisa mendapatkan pahala yang besar serta gugurnya dosa-dosa.

Dilansir dari Kementerian Agama RI NTB, Nisfu Syaban adalah malam di mana dibukanya 300 pintu rahmat dan pengampunan dosa dari Allah SWT. Maka dari itu, sangat disayangkan apabila umat Islam melewati hari yang mulia tersebut.

Lantas, kapan dan apa bacaan doa, amalan, serta keutamaan dari Nisfu Sya’ban?

Jadwal Nisfu Sya’ban

Berdasarkan kalender hijriah dan mengutip dari laman Badan Amil Zakat Nasional, malam Nisfu Sya’ban akan jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024 (14 Sya’ban 1445 H) sampai malam Minggu, 25 Februari 2024 (15 Sya’ban 1445 H).

Doa Bulan Sya’ban

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Latin: Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'bana wa ballighna Ramadhana. 

Artinya: "Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban. Sampaikan kami dengan bulan Ramadhan." 

Doa Nisfu Sya’ban

Dilansir dalam laman NU Online, terdapat doa yang bisa dibaca pada saat Nisfu Sya’ban yang didapat dari Kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya. Adapun doa tersebut adalah sebagai berikut:


اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ


اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Latin: Allahumma ya dzal manni wa lā yumannu ‘alaika ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thauli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajina wa jaral mustajirina, wa ma’manal kha’ifīn. Allahumma in kunta katabtana ‘indaka fi ummil kitabi asyqiya’a au mahrumina au muqattarina ‘alayna fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawatana, wa hirmanana waqtitara rizqina, waktubna ‘indaka su‘ada’a marzuqina muwaffaqina lil khairat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fi kitabikal munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursali “Yahmhullahu ma yasya’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitāb.” Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.


Artinya: Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.Tuhanku, jika Kau mencatat aku di sisiMu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku disisiMu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataanMu adalah benar, di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Allah bershalawat dan bersalam atas sayyidina Muhammad, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Amalan-amalan Nisfu Sya’ban

Dianjurkan mengerjakan amalan Nisfu Sya’ban pada waktu menjelang magrib hingga mendekati waktu Isya. Adapun amalan-amalan yang dikerjakan pada Nisfu Sya’ban yakni:

  • Membaca Yasin 1 kali disertai niat untuk mendapatkan umur yang panjang dan berkah dan selalu berada di dalam ketaatan terhadap Allah SWT
  • Lanjut membaca doa Nisfu Sya’ban
  • Membaca Yasin 1 kali disertai niat untuk dipermudah segala urusan untuk mendapatkan rezeki yang halal
  • Lanjut membaca doa Nisfu Sya’ban
  • Membaca Yasin 1 kali disertai niat dijaga keimanan dan mati dalam keadaan beriman hanya kepada Allah SWT
  • Ditutup dengan membaca doa Nisfu Sya’ban

Selain itu, pada Nisfu Sya’ban juga dianjurkan untuk melakukan puasa, adapun niat dari puasa Nisfu Sya’ban yang bisa dilafalkan setelah Isya adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu souma ghadin 'an ada'i sunnati Sya'bana lillahi ta'ala. 

Artinya: "Hamba niat puasa sunah Syaban esok hari karena Allah Ta’ala." 

Puasa Nisfu Sya’ban dilaksanakan pada pertengahan bulan Sya’ban, oleh karena itu puasa Nisfu Sya’ban bertepatan dengan puasa Ayyamul Bidh hari ketiga.

Keutamaan Nisfu Sya’ban

Bulan Sya’ban memiliki berbagai manfaat atau keutamaan, salah satu yang dirangkum yakni adalah:

1. Salah Satu Amalan Rasulullah yang Tak Pernah Tertinggal

Di antara salah satu keutamaan dari Nisfu Sya’ban adalah amalan di bulan Sya’ban ini merupakan amalan yang tidak pernah terlewat bagi Rasulullah SAW selain puasa Ramadhan. Hal tersebut menandakan bulan Sya’ban memiliki kemuliaan yang luar biasa dibandingkan bulan-bulan yang lain sebagaimana hadits berikut:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] ia berkata, saya telah membacakan kepada [Malik] dari [Abu Nadlr] Maula Umar bin Ubaidullah, dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Aisyah] Ummul Mukminin, bahwa ia berkata; "Sudah biasa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa beberapa hari, hingga kami mengira bahwa beliau akan berpuasa terus. Namun beliau juga biasa berbuka (tidak puasa) beberapa hari hingga kami mengira bahwa beliau akan tidak puasa terus. Dan aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyempurnakan puasanya sebulan penuh, kecuali Ramadlan. Dan aku juga tidak pernah melihat beliau puasa sunnah dalam sebulan yang lebih banyak daripada puasanya ketika bulan Sya'ban." (HR. Muslim No. 1956).


2. Hari Pengampunan dari Allah SWT

Nisfu Sya’ban menjadi hari spesial di mana umat Islam dianjurkan memperbanyak perbuatan baik dan mengerjakan amalan-amalan wajib dan sunnah karena Allah SWT sedang turun ke langit bumi pada saat itu hingga matahari terbenam. Allah SWT mengampuni segala dosa dan mengabulkan doa hamba-hambanya yang mengerjakan kebaikan seperti hadits berikut:


حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا ابْنُ أَبِي سَبْرَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ


Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ali Al Khallal] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdurrazaq] berkata, telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Sabrah] dari [Ibrahim bin Muhammad] dari [Mu'awiyah bin Abdullah bin Ja'far] dari [Bapaknya] dari [Ali bin Abu Thalib] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila malam nisfu Sya'ban (pertengahan bulan Sya'ban), maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya. Sesungguhnya Allah turun ke langit bumi pada saat itu ketika matahari terbenam, kemudian Dia berfirman: "Adakah orang yang meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya? Adakah orang yang meminta rizki maka Aku akan memberinya rizki? Adakah orang yang mendapat cobaan maka Aku akan menyembuhkannya? Adakah yang begini, dan adakah yang begini…hingga terbit fajar." (HR. Ibnu Majah No.1378).


3. Doanya Tidak Tertolak

Melakukan puasa pada Nisfu Sya’ban tentu sangat baik untuk dikerjakan, orang yang berpuasa sendiri diberikan hal “spesial” yakni dengan tidak tertolaknya doa-doa yang dilafalkan oleh seorang Muslim yang berpuasa. Hal ini akan mempercepat terkabulnya doa-doa yang selama ini dipanjatkan sebagaimana hadits di bawah: 


حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ سَعْدَانَ الْقُمِّيِّ عَنْ أَبِي مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مُدِلَّةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَسَعْدَانُ الْقُمِّيُّ هُوَ سَعْدَانُ بْنُ بِشْرٍ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ عِيسَى بْنُ يُونُسَ وَأَبُو عَاصِمٍ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ كِبَارِ أَهْلِ الْحَدِيثِ وَأَبُو مُجَاهِدٍ هُوَ سَعْدٌ الطَّائِيُّ وَأَبُو مُدِلَّةَ هُوَ مَوْلَى أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ عَائِشَةَ وَإِنَّمَا نَعْرِفُهُ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَيُرْوَى عَنْهُ هَذَا الْحَدِيثُ أَتَمَّ مِنْ هَذَا وَأَطْوَلَ


Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dari [Sa'dan Al Qummi] dari [Abu Mujahid] dari [Abu Mudillah] dari [Abu Hurairah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang yang doa mereka tidak tertolak, yaitu; seorang yang berpuasa hingga berbuka, seorang imam (penguasa) yang adil dan do'anya orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat do'anya ke atas awan, dan membukakan baginya pintu-pintu langit, seraya berfirman: "Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski beberapa saat lamanya." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan. Sa'dan Al Qummi adalah Sa'dan bin Bisyr, dan telah meriwayatkan darinya Isa bin Yunus, Abu 'Ashim dan yang lainnya dari para tokoh ahli hadits, sedangkan Abu Mujahid nama aslinya adalah Sa'd Ath Tha`i, dan Abu Mudillah adalah mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Ummul Mukminin Aisyah, kami hanya mengenalnya dengan hadits ini, dan hadits ini diriwayatkan darinya (melalui jalur selain ini) dengan redaksi yang lebih sempurna dan panjang dari pada ini." (HR. Tirmidzi No. 3522).

Itulah tadi jadwal, doa, amalan, dan keutamaan hari Nisfu Sya’ban. Jangan sampai terlewat ya!


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 



Berita Lainnya