Kaltim

Kasus HIV Aids Kaltim Capai 5.000, Berikut Jenis Tes HIV Aids yang Bisa Kamu Lakukan!

Diah Putri — Kaltim Today 07 Juni 2023 13:50
Kasus HIV Aids Kaltim Capai 5.000, Berikut Jenis Tes HIV Aids yang Bisa Kamu Lakukan!
HIV Test. (Sumber: istockphoto.com)

Kaltimtoday.co - Dinas Kesehatan Kaltim mencatat terjadi lonjakan kasus HIV Aids mencapai angka 5.000 pada 2023. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, kasus HIV Aids di Kaltim bukan meningkat, namun kasus lama yang belum terdeteksi melalui pemeriksaan. Ia juga memperkirakan jumlah orang yang mengidap HIV Aids mampu mencapai di angka 10.000 orang.

Mengingat masih banyak masyarakat yang belum melakukan pemeriksaan, membuat sebagian orang khawatir jika tertular. Sebab itu, melakukan tes HIV sejak awal menjadi langkah preventif yang dilakukan sedari dini. 

Lantas, apa saja persyaratan dan jenis tes HIV Aids yang bisa kamu lakukan? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Kapan tes HIV bisa dilakukan?

Tes HIV ditujukan bukan hanya untuk orang yang sudah melakukan hubungan intim, tapi disarankan yang sudah memasuki usia 13 - 64 tahun untuk melakukan pemeriksaan HIV setidaknya satu kali seumur.

Pendeteksian lebih awal tentunya memudahkan dalam proses pengobatan. Meskipun penyakit ini belum dapat diatasi, setidaknya perawatan yang tepat dan sedini mungkin membuat pengidap HIV memiliki kualitas hidup yang sama seperti orang bukan pengidap HIV. Berikut beberapa kondisi yang dinilai perlu melakukan tes HIV lebih sering.

  • Seseorang yang melakukan hubungan intim dengan sesama jenis
  • Punya riwayat melakukan hubungan intim dengan sesama pengidap HIV
  • Mempunyai pasangan seks lebih dari satu orang
  • Penggunaan jarum suntik secara bersama
  • Mengidap penyakit menular seksual

Jenis tes HIV 

1. Tes Antibodi

Tes HIV dilakukan dengan memeriksa antibodi HIV dalam darah. Antibodi merupakan protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh guna melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti virus. 

Dokter akan mengambil sampel protein melalui darah, urin, atau air liur. Umumnya, antibodi HIV akan terdeteksi dalam kurun waktu 3 hingga 12 minggu. Tetapi, tes ini tidak 100 persen akurat. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan agar infeksi HIV/Aids dapat terdeteksi dengan pasti.

Beberapa jenis tes antibodi yang dilakukan untuk deteksi infeksi HIV/Aids sebagai berikut:

  • ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay): tes yang dilakukan dengan memasukkan sampel darah ke tabung khusus. Selanjutnya, sampel tersebut akan dianalisis di laboratorium untuk dilihat apakah terdapat kandungan antibodi HIV. Hasil dapat dilihat dalam kurun waktu 1 - 3 hari.
  • Rapid test: tes yang dilakukan cenderung lebih mudah dengan hanya memasukkan sampel darah ke dalam alat tes HIV yang terdapat antigen HIV. Hasil tes dapat dilihat setelah 20 menit. Namun, tes ini memiliki tingkat akurasi yang rendah, kemungkinan hasilnya bisa positif palsu atau negatif palsu. 

2. Tes Antibodi-Antigen

Tes Antibodi-Antigen (Ab-Ag Test) dilakukan dengan mengkombinasikan pemeriksaan protein p24 (antigen HIV) dengan antibodi HIV-1 atau HIV-2 di dalam darah pasien.

Tes ini termasuk akurat dan bisa dijadikan rujukan sebagai pemeriksaan dini. Hal ini dikarenakan, antigen yang didapatkan jauh lebih cepat daripada antibodi sekitar 2 - 6 minggu setelah terinfeksi.

3. Tes PCR

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dilakukan dengan mendeteksi materi genetik HIV (DNA atau RNA) di dalam darah pasien. Tes ini dinilai memiliki tingkat akurasi paling tinggi. Hasil tes dapat dilihat setelah 2 hari. Tes ini termasuk jarang dilakukan karena biaya yang cukup besar dan waktu yang lebih lama.

Itu tadi beberapa jenis tes HIV yang bisa dilakukan untuk mendeteksi diri lebih awal dari virus HIV/Aids. 


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya