Daerah

Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Gelar Aksi Unjuk Rasa di Teluk Balikpapan, Tuntut Pemulihan Lingkungan

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 08 Juni 2024 10:44
Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Gelar Aksi Unjuk Rasa di Teluk Balikpapan, Tuntut Pemulihan Lingkungan
Suasana aksi unjuk rasa Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Kaltim di Teluk Balikpapan, Sabtu (8/6/2024).

Kaltimtoday.co, Penajam - Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar aksi unjuk rasa atas rusaknya lingkungan tempat penghidupan mereka, Sabtu (8/6/2024). 

Aksi ini merupakan bentuk protes keras terhadap kerusakan ruang hidup masyarakat pesisir baik di Lingkar Ibu Kota Negara (IKN) maupun di sekitar Balikpapan.

Unjuk rasa tersebut dilakukan di tengah-tengah Teluk Balikpapan, dengan para peserta aksi yang berada di atas perahu nelayan. Aksi ini tidak hanya menarik perhatian karena lokasinya yang unik, tetapi juga karena pesan kuat yang disampaikan oleh para peserta aksi melalui poster dan spanduk yang mereka bawa. 

Masa aksi menyuarakan keprihatinan mereka terhadap kondisi lingkungan yang semakin memburuk akibat aktivitas industri dan pembangunan yang tidak berkelanjutan.

“Kaltim Darurat, Lingkungan Sekarat. Hentikan Penghancuran Ruang Hidup di Kaltim,” tertulis dalam poster yang dibentangkan massa aksi. 

Slogan tersebut menggambarkan kekhawatiran masyarakat akan keberlanjutan lingkungan hidup mereka. Mereka menuntut agar pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk menghentikan kerusakan lebih lanjut.

Selain itu, tuntutan lain yang dipampangkan dalam spanduk antara lain adalah: “Save Teluk Balikpapan, Kembalikan Ruang Tangkap Nelayan, Fungsi Ekosistem Mangrove dan Habitat Satwa Endemik.” 

Tuntutan ini menyoroti pentingnya pemulihan fungsi ekosistem mangrove yang tidak hanya penting bagi lingkungan, tetapi juga sebagai sumber penghidupan bagi nelayan yang menggantungkan hidup mereka pada sumber daya laut.

Para peserta aksi juga menyoroti bahwa kerusakan lingkungan di Teluk Balikpapan dan sekitarnya tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga mengancam mata pencaharian masyarakat pesisir. 

Sebagai simbol perlawanan, aksi ini dilakukan di atas perahu nelayan, menunjukkan bahwa masyarakat pesisir yang hidup di kawasan teluk ini memiliki keterikatan yang kuat dengan laut sebagai sumber kehidupan mereka.

Aksi ini juga menjadi sorotan karena melibatkan berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Mereka mengatakan bahwa perjuangan untuk mempertahankan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan bukan hanya tanggung jawab satu kelompok, tetapi tanggung jawab bersama. Masa aksi juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli dan terlibat dalam upaya penyelamatan lingkungan.

Dalam aksinya, KMS Kaltim juga menyampaikan serangkaian tuntutan kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait. Mereka menuntut adanya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan lingkungan, serta penerapan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat pesisir.

[RWT | KURAWAL]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp



Berita Lainnya