Samarinda

Masyarakat Kembali Antusias Kunjungi Pasar Ramadan di GOR Segiri, Pembayaran Non Tunai Mulai Diterapkan

Kaltimtoday.co, Samarinda – Tahun ini, pasar ramadan kembali dibuka di halaman GOR Segiri Samarinda. Suasananya masih ramai dikunjungi pembeli. Berbagai macam stan menjual ragam jenis makanan. Mulai kue tradisional seperti amparan tatak, makanan berat seperti lauk-pauk, minuman buah, makanan ringan, hingga makanan masa kini seperti dimsum dan sate taichan.

Tak hanya makanan, tampak beberapa pedagang yang menjual pakaian dan pernak-pernak aksesoris. Busana muslim paling mendominasi di stan bagian fesyen. Mulai dress panjang, tunik, dan aneka warna hijab.

Baca juga:  Polling: Sudah 2,5 Tahun Anggota DPR RI Dapil Kaltim Bekerja, Seberapa Puas Anda dengan Kinerja Mereka?

Sekitar pukul 16.30 Wita, GOR Segiri mulai dipadati masyarakat. Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda pun diturunkan untuk mengatur parkir kendaraan. Di depan pintu masuk, tampak beberapa petugas dari event organizer yang berjaga. Syarat wajib untuk masuk ke dalam area GOR harus scan barcode PeduliLindungi dengan status hijau. Kemudian pengunjung dicek suhunya.

Sekilas, pemandangan pasar ramadan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, nyatanya ada beberapa perbedaan yang tampak. Misalnya, tenda yang digunakan jauh lebih besar. Penataan stan lebih tertata, dan ornamen-ornamen khas ramadan dengan nuansa biru putih.

Perbedaan paling mencolok terlihat di sistem pembayaran. Tahun ini, Pemkot Samarinda bekerja sama dengan Bankaltimtara untuk penyediaan barcode QRIS. Melalui barcode itu, para pengunjung bisa membayar makanan mereka secara non tunai. Sehingga transaksi secara langsung mulai dikurangi.

Berbagai macam stan menjajakan dagangan beragam. (Yasmin/Kaltimtoday.co)

Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan pembukaan pasar ramadan itu. Meski sudah memasuki hari ketiga dan pembukaan sempat tertunda, ternyata ada alasan di baliknya. Dijelaskan Andi, penundaan pembukaan pasar ramadan karena dia ingin memastikan seluruh mekanisme alur keluar-masuk pembeli dan pedagang sudah sesuai.

“Saya bersyukur, alhamdulillah, hari ini sudah mulai terurai aplikasi PeduliLindungi. Walaupun belum 100 persen, tapi sudah ada kesadaran yang cukup tinggi. Pedagang juga sudah familiar dengan skema metode pembayaran non tunai,” jelas Andi.

Hadirnya pasar Ramadan tahun ini diharapkan mampu memberi efek positif kepada roda perekonomian di Kota Tepian. Pun sebanyak Rp 16 miliar berhasil masuk ke kas daerah dalam sepekan karena adanya pasar Ramadan.

Alur keluar-masuk pengunjung diatur sedemikian rupa. Sebelumnya mereka harus scan barcode PeduliLindungi. (Yasmin/Kaltimtoday.co)

“Kalau hitungan sementara, estimasi, paling kurang dalam sehari itu antara Rp 1 miliar sampai Rp 1,5 miliar. Dari banyak jenis kegiatan, kuliner, fesyen, hiburan, dan kerja sama sponsor,” lanjutnya.

Dalam hal ini, Andi optimistis jika pasar ramadan akan memberi dampak positif terhadap ekonomi. Sekaligus dia mengingatkan agar protokol kesehatan tetap dijalankan penjual dan pembeli. Sebagai informasi, pasar ramadan akan dibuka sampai 28 April 2022 nanti.

Salah satu penjual kue tradisional, Sherly juga menjelaskan bahwa, pembeli yang datang ke stannya justru lebih ramai pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Sherly juga lebih dimudahkan dengan adanya pembayaran non tunai. Terlebih lagi, dia tak harus repot-repot menyiapkan uang kembalian.

“Kalau tahun ini, lumayan alhamdullilah (pendapatan). QRIS ini memudahkan juga jadi kami enggak repot kasih angsulan,” beber Sherly.

Di lapaknya, Sherly menjual kue talam, amparan tatak, hingga aneka gorengan. Diakuinya, amparan tatak paling diburu pembeli. Per 1 potong harganya cukup terjangkau, hanya Rp 20 ribu.

Sementara itu, Zaenab yang menjajakan berbagai macam masakan mulai sayur masuk, ikan bakar, pepesan, dan aneka oseng-oseng juga berbagi cerita. Penataan pasar ramadan tahun ini lebih disukainya. Tahun ini pula, pemasukan yang Zaenab dapatkan lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Kalau sayur harganya Rp 10 ribu. Ikan bakar ini macam-macam. Mulai Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu. Pepes itu rata-rata Rp 30 ribu. Telur ikan biawan paling laris, harganya Rp 30 ribu. Tapi sekarang sudah habis,” jelas Zaenab.

Baca juga:  Tak Lagi Pikirkan Biaya, Syarifah Lega Berobat dengan JKN-KIS

Kenaikan beberapa sembako tak begitu mempengaruhi penjualan Zaenab. Sebab jualan yang dia jajakan minim minyak goreng. Otomatis, harga bahan baku tetap stabil dan tak terjadi kenaikan harga di beberapa makanannya.

“Pemasukan, kalau seperti kemarin saja sudah dapat sekitar Rp 6,5 juta. Alhamdullilah,” tutupnya.

[YMD | RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker