Kukar

Pemkab Kukar Gelar Rapat Sinkronisasi Integrasi RPJMD dan Renstra OPD

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan pemaparan dan sinkronisasi integrasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Renstra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Bappeda pada Senin (26/04/2021).

Turut hadir Bupati Kukar, Sekretaris Daerah, tim gugus Kukar Idaman serta OPD terkait.

Baca juga:  Kebakaran di Ponpes Al Mahsyar Nurul Iman, 10 Santri Putra Dilarikan ke Rumah Sakit karena Sesak Nafas

Bupati Kukar, Edi Damansyah mengatakan, kegiatan guna melakukan perubahan dan pembaharuan dari rancangan RPJMD yang diuraikan dalam perencanaan strategis (Renstra) OPD. Misalnya, permasalahan yang dihadapi para petani di Kukar, yakni perairan dan usaha tani.

“Tadi sudah diindentifikasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Distarnak) Kukar ada 8 masalah. Nah itu harus kami pilih mana prioritasnya yang sangat tinggi sebab jika dibangun semuanya keuangan tidak cukup,” kata Edi kepada Kaltimtoday.co, Senin (26/04/2021).

“Makanya tadi saya arahkan dulu masalah pokoknya, pengairan dan jalan usaha tani,” tambahnya.

Tadi disampaikan, ada 18 ribu hektare yang sudah ada sawahnya. Dirinya meminta, 18 ribu hektar itu terletak di desa dan kecamatan mana saja sehingga nanti renstra 2022, Dinas Pertanian fokus itu dulu untuk menangani masalah pengairan dan Jalan usaha tani.

Namun, pembangunan tersebut tidak semuanya bisa ditangani oleh Distarnak sebab ada kategori yang ditangani Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Oleh sebab itu, harus terintegrasi dulu antara kedua instansi makanya dalam satu minggu duduk bersama supaya mengintegrasikan rencana prioritas 23 program “Kukar Idaman”.

Baca juga:  Gelontorkan Anggaran Rp38 Miliar, Jalan Rusak Desa Tanah Datar Bakal Diperbaiki Tahun Ini

Disisi lain, data yang disampaikan memang paling penting namun dirinya memahami jika saat ini data belum terupdate dengan baik. Kendati, kedepan data paling utama dalam perencanaan supaya tidak mengerjakan diluar yang jadi kebutuhan masyarakat.

” Insyaallah kedepan akan membaik pendataan karena sudah kami bangun aplikasi di Bappeda, yakni Kukar Satu Data. harapnya nanti bisa masuk di bank data, sehingga kalau berbicara perencanaan maupun pembiayaan bisa terkontrol di Bappeda,” tandasnya.

[SUP | NON]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close