Opini

Pentingnya Etika Komunikasi dalam Bermedia

Oleh: Agnes Veren Nica (Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman Samarinda)

Media sosial memainkan peran yang sangat penting dalam menyebarkan informasi kepada penggunanya. Kecepatan inilah yang menjadi keunggulan media sosial dibandingkan media lainnya. Begitu informasi tersebut dibagikan, maka akan langsung menyebar ke berbagai tempat, wilayah, negara bahkan hingga ke seluruh dunia. Sebagai bagian dari inovasi teknologi informasi, media sosial memberikan ruang untuk mengungkapkan pendapat dan mengungkapkan pemikiran, yang sebelumnya tidak dapat diungkapkan karena terbatasnya ruang untuk berpendapat.

Akhir-akhir ini, media sosial juga menjadi ruang ekspresi publik. Penipuan atau informasi palsu adalah fenomena terkini yang dikaitkan dengan akses mudah ke teknologi. Di media sosial, banyak orang menyebarkan informasi bermanfaat kepada pengguna lain. Tetapi terkadang, beberapa orang tidak bertanggung jawab atas penyebaran informasi, dan sumber informasinya tidak akurat atau tidak jelas, yang merupakan lelucon.

Jumlah pengguna internet yang terus bertambah setiap tahunnya sangat mempengaruhi penyebaran berita bohong atau hoax. Berita bohong atau hoax ini semakin beragam, membuat masyarakat resah. Hoax dirancang untuk menciptakan opini publik, memandu opini publik, membentuk opini, dan menguji kesenangan pribadi atas kecerdasan dan akurasi pengguna media sosial. Tujuan penyebaran pranks bermacam-macam, namun secara umum, pranks disebarkan sebagai lelucon atau hanya untuk hiburan saja, mengalahkan pesaing (kampanye pemilu hitam), promosi curang, dan banyak aktivitas lainnya. Namun, hal ini menyebabkan banyak penerima scam menjadi kesal dan segera menyebarkannya ke rekan mereka, sehingga memungkinkan scam menyebar dengan cepat dan luas. Pesan prank biasanya tersebar di media sosial mulai dari Facebook, Instagram hingga Whatsapp.

Misalnya, poster undangan pasangan calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres) 2024 untuk mempromosikan dan mendukung Puan Maharani dan Moeldoko belum lama ini dibagikan. Saat ini, Puan Maharani masih menjadi ketua DPR dari partai PDIP. Di saat yang sama, Moeldoko masih menjabat sebagai Ketua KLB versi Partai Demokrat Sumatera Utara. Kubu Moeldoko menuding poster tersebut menyatakan dukungan untuk Puan dan Moeldoko karena serangan yang dilancarkan kubu Ketum Partai Demokrat AHY. Ilar mengatakan kubu AHY pandai memimpin opini.

Amir menjelaskan, komunikasi merupakan prasyarat untuk wajib menggunakan etika komunikasi yang baik dan benar. Demikian pula dalam hal penyebaran informasi, informasi tersebut harus sesuai dengan fakta, dan tidak boleh dibesar-besarkan, direduksi atau disimpang dari fakta yang sebenarnya. Pengertian keadilan dalam komunikasi, khususnya dalam komunikasi massa, mencakup beberapa aspek moral. Misalnya, menggunakan kejujuran atau etika objektif berdasarkan fakta, bertindak adil atau tidak memihak dengan menulis berita secara seimbang, dan menggunakan etika integritas dan kewajaran.

Menurut Wifeyani, penggunaan e-mail, chat, milis, dan upload foto dapat menimbulkan situasi yang tidak sehat. Jejaring sosial ini membuktikan bahwa mereka terkadang memarahi satu sama lain, menipu, terlibat dalam pelecehan seksual, penghinaan, mengungkap rahasia pribadi atau orang lain, menyebarkan berita atau lelucon yang tidak benar, dll.

Karenanya, menurut Santrock, tidak mengherankan jika penelitian di internet dan cyberbullying semakin meningkat. Pengguna media sosial seringkali meninggalkan hal-hal yang layak dan tidak layak terkait penggunaan informasi di media sosial. Hal-hal tersebut seperti:

  1. Pelacakan
  2. Menyebarkan link tersebut kepada publik tanpa mengetahui keaslian dan keaslian informasi tersebut
  3. Terlalu mudah dan terlalu mudah mempercayai sumber informasi
  4. Ubah konten foto tanpa menyebutkan konten yang diubah. Perbaikan gambar seharusnya hanya untuk tujuan teknis. Berikan judul untuk semua foto dan ilustrasi
  5. Menyiarkan informasi yang tidak diketahui dan hanya mencurigakan

Oleh karena itu, perlu dipahami bahwa keberadaan etika di media sosial akan membawa banyak manfaat, seperti:

  1. Disukai, dihormati dan dihormati oleh orang lain
  2. Meningkatkan hubungan dengan orang lain, sehingga mempercepat kehidupan dan aktivitas kerja
  3. Pertahankan suasana yang menyenangkan di rumah, tempat kerja dan lingkungan komunitas
  4. Miliki kepercayaan diri saat menghadapi orang lain
  5. Meningkatkan citra pribadi di mata masyarakat

Pemerintah tidak akan tinggal diam dalam menangani pranks, yang pertama dilakukan adalah dengan menerapkan metode sosialisasi literasi, kemudian melakukan negosiasi dengan masyarakat atau pemangku kepentingan. Pengamat cybersecurity Prata Persadha juga mengatakan pemerintah tidak bisa menangani berita bohong saja, sehingga pemerintah harus bekerja sama dengan masyarakat untuk ikut memerangi berita bohong.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Menteri Komunikasi dan Informatika yang membidangi hukum, Henry Subiakto menyatakan, pihaknya mendukung Indonesia dengan memblokir situs web scam yang dianggap berbahaya bagi media sosial untuk melindungi WNI dari pemberitaan palsu.Kelompok masyarakat menolak penipuan.(*)

*) Opini penulis ini merupakan tanggung jawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi kaltimtoday.co

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker