Kukar

Rebutan Motor, Sakit Hati dengan Suami, Istri Bakar Rumah di Tenggarong

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Kebakaran di Gunung Belah Gang Tanjung I RT 74, Kelurahan Loa Ipuh sekitar pukul 17.00 Wita pada Selasa (24/8/2021). Diduga dibakar sendiri oleh perempuan penghuni rumah akibat permasalahan keluarga yakni Atul dan Anwar.

Akibatnya kejadian tersebut, satu rumah dua pintu hangus terbakar sedangkan satu rumah warga nampak rusak ringan bagian belakang.

Baca juga:  Soal Revisi Perbup Kukar 12/2017, Ketua Bapemperda Rencanakan Tahun 2021

Seorang warga tinggal di depan rumah yang terbakar bernama Ani Rustika mengatakan, awal mula ia mengetahui saat suaminya hendak berangkat membeli sayur. Ketika itu dia terkejut melihat Atul menyalakan korek ditempat bensin motor. Namun secara bersamaan di rumahnya ada api yang dibiarkan menyala.

“Pas suami saya jalan, saya bilang ke dia (perempuan diduga membakar) kok ada api itu kenapa? dia malah ketawa-ketawa saja. Terus saya tanya lagi kenapa, dijawabnya karena suaminya juga sih marah-marah sama aku. Tu kalian rasain kan kalau bermasalah dengan aku, semua kena,” kata Ani menirukan perkataan penghuni rumah.

Baca juga:  Lapas Perempuan Tenggarong Usulkan 212 Warga Binaan Dapat Remisi

Saat api terus membesar, Ani teriak-teriak hingga pemilik rumah sekaligus kakak tiri penghuni rumah pun langsung bergegas keluar dan menanyakan apa yang terjadi. Ani memberikan tahu jika ada api membesar di samping tempat tinggalnya.

“Tak lama warga berdatangan membantu menyirami api tersebut dengan peralatan seadanya sebelum pemadam kebakaran datang,” ujarnya.

Baca juga:  APBD Perubahan 2021, Pemkab Kukar Segera Tuntaskan Pembayaran Hutan Daera

Sementara itu pemilik rumah, Arianti Negara mengatakan, pasangan suami istri tersebut merupakan kakak tiri dari almarhum suaminya yang meninggal belum lama ini. Keduanya berasal dari Samarinda dan sudah menetap di rumahnya terbagi dua petak sejak sekitar 3 tahun lalu.

Pasangan ini memang sering kali cekcok sampai semua warga sekitar sudah mengetahuinya.

“Mereka berdua memang sering ribut dan sering bikin onar. Suaminya itu kalau marah selalu bawa senjata tajam sedangkan istrinya ada masalah sedikit pasti ngamuk. Semua orang sini tahu juga,” ungkap Arianti.

Baca juga:  Musnahkan Barang Bukti, Polres Kukar Blender Sabu-Sabu Seberat 189,23 Gram

Puncaknya mereka cekcok ditenggarai masalah motor, istrinya mau bawa motor tapi suami juga mau pakai motor. Karena sakit hati tidak bisa pakai motor sehingga pelaku sengaja membakar motor suaminya.

Mengetahui hal itu, Arianti langsung melarangnya karena jangan sampai bikin masalah disini sebab ada motor orang lain. Jadi saya ambil korek api yang dibawanya.

“Rupanya dia masuk kedalam kemungkinan membakar rumah bagian belakang. Saat itu saya sedang baring ketika ada warga yang teriak ada api ya langsung keluar. Gak tahunya api berasal dari rumahnya, saat ingin membuka tidak bisa karena digembok,” jelasnya.

Baca juga:  KIM Separi Kerja Sama dengan Pokdarwis untuk Promosikan Destinasi Gua Batu Gelap

Alhasil api terus membesar hingga menghanguskan rumah miliknya dua pintu yang merupakan warisan dari almarhum suaminya. Barang-barang penting juga habis terbakar lantaran tidak sempat dikeluarkan keburu api terus membesar.

“Saya tidak tahu malam ini mau nginap dimana karena tidak ada yang diselamatkan. Saya juga sangat keberatan karena dia sudah menumpang sekian tahun malah seperti ini balasannya,” tuturnya sedih.

Baca juga:  Pemkab Beri Kesempatan 2000 Mahasiswa Terima Beasiswa Kukar Idaman

Didalam rumah tersebut, ada dua KK dan 7 jiwa yaitu Arianti beserta kedua anaknya dengan satu Anwar beserta istri dan kedua anaknya.

Diketahui seusai membakar, pelaku langsung melarikan diri hingga kini belum ditemukan dimana keberadaan.

Kapolsek Tenggarong, IPTU Nursan mengatakan suami dan anaknya sudah diamankan di Polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sedangkan istrinya masih dalam pencarian.

Baca juga:  Kejelasan Status Aset Unikarta, Sekda Kukar: Mereka Akan Menghadap Bupati

“Kita sudah pegang kemana arahnya diduga pelaku melarikan diri, tinggal mencari keberadaannya,” jelasnya.

Jika dalam prosesnya nanti memenuhi unsur tindak pidana dan pemilik rumah menginginkan di proses hukum, akan dilanjutkan. Sedangkan pasal yang dikenakan bilamana sengaja membakar rumah atau tempat lain dikenai pasal 188 tindak pidana dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun.

[SUP | TOS]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close