Daerah

Wabup Kukar Serahkan Bantuan 217 Ton Pupuk di Tenggarong Seberang 

Supri Yadha — Kaltim Today 12 Juli 2023 15:33
Wabup Kukar Serahkan Bantuan 217 Ton Pupuk di Tenggarong Seberang 
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin saat menyerahkan pupuk kepada petani. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin menyerahkan bantuan 217 ton pupuk granul ke beberapa desa di Kecamatan Tenggarong Seberang. Bantuan ini diberikan untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi. 

"Kegiatan safari pertanian sudah berjalan satu pekan. Hari ini, ada enam desa di Tenggarong Seberang sebagai penerima manfaat bantuan pupuk," ujar Rendi, Selasa (11/7/2023).

Dia mengungkapkan, kuota pupuk subsidi yang dipasok oleh pemerintah pusat memang masih jauh dari total kebutuhan petani di Kukar.

Alhasil, banyak petani yang menjerit menghadapi situasi ini. Keberlanjutan kegiatan pertanian pun menjadi terancam dengan langkanya pupuk di pasaran.

"Perlu komunikasi intens dengan semua pihak untuk mengatasi problem kelangkaan pupuk di Kukar maupun Kaltim. Mudahan saja, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban petani," harap Rendi.

Sementara itu, Bendahara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Buana Jaya, Jasuri mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan Pemkab Kukar.

Menurutnya, semua janji politik terhadap para petani di Kutai Kartanegara pada masa kepemimpinan Edi Damansyah-Rendi Solihin mampu terealisasi. 

"Kami sudah merasakan langsung. Janji-janji kepada petani sudah terealisasi, termasuk membantu alsintan dan membuka jalan usaha tani," sebutnya.

Jasuri berharap, program bantuan kepada para petani bisa berkelanjutan. Sehingga produtivitas petani setiap tahunnya bisa terus bertambah.

Apalagi dengan adanya IKN di Kaltim, maka jutaan orang akan pindah ke wilayah IKN dan sekitarnya. Sehingga bantuan pupuk diharapkan bisa terus berlanjut

Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di Kalimantan Timur (Kaltim). Tentu jutaan orang akan pindah ke IKN. Jadi bantuan diharapkan bisa terus berlanjut. 

"Bukan tanpa alasan, petani ingin sejahtera dan ingin memasok pangan untuk IKN," tutupnya.

[RWT]



Berita Lainnya