Kukar
Wajib Protokol Kesehatan, Kemenag Kukar Izinkan Shalat Idul Fitri di Masjid dan Lapangan

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 di masjid atau lapangan terbuka dimasa pandemi Covid-19 boleh dilaksanakan. Hal ini sampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Mukhtar.
"Sholat Ied di masjid maupun di lapangan diperbolehkan dengan tetap berjaga jarak," kata Mukhtar saat dihubungi Kaltimtoday.co pada Sabtu (08/05/2021).
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Kemenag RI, diatur pelaksanaan sholat Ied di masjid hanya boleh dilaksanakan pada wilayah zona hijau dan kuning, sedangkan zona merah tidak diperbolehkan.
Mukhtar menambahkan, pengurus masjid harus mengatur jumlah jamaah dibatasi yakni 50 persen dari kapasitas tempat ibadah. Selain itu, seluruh jamaah wajib mengikuti protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dengan ketat.
Jika mereka tak menerapkan harap diingatkan pentingnya prokes untuk diri sendiri dan orang lain.
"Disamping itu, pengurus masjid menyediakan dan harus ada pengecekan suhu tubuh bagi jamaah saat hendak masuk," ujarnya.
Yang menjadi perhatian kita semua, kata Mukhtar, anak kecil sebaiknya jangan dibawa dulu sebab rentan tertular termasuk yang merasa sakit atau deman.
"Mimbar agar dilengkapi pembatas transparan antara khotib dan jamaah dan khutbah maksimal 20 menit. Selanjutnya hindari berjabat tangan dengan bersentuhan langsung," terangnya.
Ia menambahkan, menyambut 1 Syawal tidak ada pawai takbiran keliling jadi cukup takbiran di masjid saja. begitupula dengan halal bihalal atau open house tidak diperbolehkan artinya di rumah saja.
[SUP | TOS]
Related Posts
- Bengkel Siaga Haka Auto Siap Layani Pelanggan Selama Libur Mudik Lebaran 2025
- KPK Undur Batas Akhir LHKPN 2024 hingga 11 April 2025 karena Libur Idulfitri
- Tiga “THR” dari Gubernur Kaltim untuk Masyarakat: Pemutihan Pajak, Tiket Wisata Gratis, dan Sewa Kios Nol Rupiah
- Dinilai Janggal, PUPR Rincikan Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD Kaltim Senilai Rp55 Miliar
- Dari Rumah Sakit ke Panggung Politik: dr. Aulia dan Jejak Dokter Jadi Kepala Daerah di Kaltim