Gaya Hidup

7 Makanan yang Dapat Meredakan Stres

Ada banyak cara untuk mengelola dan bahkan mengurangi tingkat stres Anda. Makanan bisa menjadi salah satunya. Namun, makanan dapat meningkatkan atau menurunkan stres Anda sehingga penting untuk memperhatikan apa yang Anda konsumsi saat Anda sedang merasa stres. Selain itu, stres juga bisa meningkatkan kebutuhan nutrisi tertentu, seperti vitamin Cvitamin B, selenium, dan magnesium, sebagaimana yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition & Food Sciences pada Juni 2016 silam.

Melawan stres dengan makanan adalah cara yang bisa digunakan olehsemua orang, tidak memerlukan suplemen yang mahal atau metode yang kompleks.

Baca juga:  Dinkes Berau Terus Tingkatkan Pelanyanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas

Pola makan yang tidak sehat dapat membuat stres Anda meningkat dan berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan di masa mendatang. Menurut ulasan Journal of Nutrition & Food Sciences, diet yang seimbang dan bergizi merupakanhal terpenting untuk kesehatan yang baik. Jadi, saat Anda sedang stres, persenjatai diri Anda dengan 7 makanan pereda stres yang lezat seperti berikut ini:

Teh Hangat

Teh. (Foto: iStock)

Pelatih nutrisi online dan pemilik Nutrition Works di Louisville, Sandra Meyerowitz mengatakan, meminum secangkir teh hangat adalah salah satu cara membuat diri Anda merasa lebih tenang sebab meminum minuman hangat dapat memberikan efek relaksasi secara alami. 

Teh herbal sangat bagus untuk menenangkan diri, atau teh hijau jika Anda membutuhkan sedikit kafein karena mengandung flavonoid, yang menurut penelitian mendukung kesehatan otak. Teh hijau dapat membantu melindungi neuron dari cedera yang disebabkan oleh neurotoksin, menekan peradangan saraf, dan meningkatkan memori, pembelajaran, dan fungsi kognitif.

Menurut Mayo Clinic, secangkir teh hijau yang diseduh mengandung antara 25 dan 29 miligram (mg) kafein dibandingkan kopi hitam yang diseduh 95 hingga 165 mg per cangkir. Oleh karena itu, teh hijau juga bisa menjadi pilihan yang baik dibandingkan dengan kopi jika Anda ingin bersantai.

Dark Chocolate 

Dark chocolate. (Foto: iStock)

Dark chocolate dapat mengurangi stres dengan dua cara, yaitu melalui dampak kimia dan emosional. Dengan mengonsumsi cokelat saja sudah memberikan kesenangan dan perasaan itu sendiri dapat membantu mengurangi stres.

Dark chocolate kaya akan antioksidan, juga dapat membantu mengurangi stres dengan menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh. Namun, Anda harus pastikan mengonsumsi cokelat hitam secukupnya. Disarankan hanya seperempat dari batang dark chocolate kecil (sekitar 1 ons). Selain itu, pastikan dark chocolate tidak mengandung gula tambahan berlebih.

Alpukat

Alpukat. (Foto: Envanto)

Alpukat kaya akan kandungan glutathione, senyawa unik yang secara khusus memblokir penyerapan lemak tertentu di dalam usus yang menyebabkan kerusakan oksidatif. Buah hijau yang legit ini juga mengandung lutein, beta karoten, vitamin E, dan folat yang lebih banyak dari buah lainnya.

Anda bisa tumbuk halus alpukat dan oles di atas roti panggang hangat, atau olah menjadi pudding manis. Tapi ingat, meski bentuknya buah, alpukat terhitung sebagai asupan lemak. Jadi, bijaklah dalam mengatur porsinya meski makanan ini dapat membantu menghilangkan stres.

Kacang dan Biji-bijian

Kacang dan biji-bijian. (Foto: iStock)

Kacang kaya akan nutrisi, termasuk vitamin B, bersama dengan asam lemak sehat. Meyerowitz mengatakan, vitamin B adalah bagian penting dari diet sehat dan dapat membantu mengurangi stres. Almond, pistachio, dan kenari bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, Anda harus membatasi porsinya seperti hanya mengonsumsi segenggam sehari untuk menghindari kalori berlebih.

Kacang dan biji-bijian juga tinggi magnesium, dan itu nilai plus karena magnesium dapat memanajemen kecemasan menjadi lebih baik. Temuan dari jurnal Nutrients menunjukkan bahwa, magnesium bermanfaat dengan tingkat kecemasan ringan hingga sedang, tetapi diperlukan lebih banyak uji coba sebelum membuat rekomendasi pengobatan ini secara keseluruhan.

Susu

Susu. (Foto: iStock)

Menurut SleepAdvisor.org, susu hangat dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh dan juga pada sisi psikologis. 

Makanan kaya kalsium adalah bagian penting dari diet sehat untuk kesehatan tulang, tetapi nutrisi ini juga dapat membantu mengurangi depresi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada Desember 2012 dalam jurnal Nutrition Research and PracticeSusu dan makanan olahan susu lainnya dengan kalsium dan tambahan vitamin D dapat membantu otot rileks dan menstabilkan suasana hati dan juga dapat meredakan gejala sindrom pramenstruasi.

Pereda stres utama di sini adalah kalsium. Jika Anda tidak terlalu menyukai susu, Anda dapat mencoba mengonsumsi yogurt dan keju, sebab mereka merupakan sumber kalsium yang sangat baik.

Ubi Jalar

Ubi jalar. (Foto: iStock)

Mengonsumsi sumber karbohidrat kaya nutrisi utuh seperti ubi jalar dapat membantu menurunkan kadar hormon stres kortisol. 

Meskipun kadar kortisol diatur dengan ketat, stres kronis dapat menyebabkan disfungsi kortisol, yang dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan efek samping lainnya.

Sebuah studi selama 8 minggu pada wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas menemukan bahwa mereka yang makan makanan yang kaya akan karbohidrat padat nutrisi secara signifikan memiliki tingkat kortisol saliva yang lebih rendah daripada mereka yang mengikuti diet standar Amerika yang tinggi karbohidrat olahan.

Ubi jalar adalah makanan yang dapat menjadi pilihan karbohidrat yang sangat baik. Ubi jalar mengandung nutrisi yang penting untuk mengahadapi stres, seperti vitamin C dan kalium.

Baca juga:  7 Makanan yang Harus Dikonsumsi Ketika Usia di Atas 40 Tahun

Jeruk

Jeruk. (Foto: iStock)

Jeruk adalah gudangnya vitamin C. Vitamin C memiliki manfaat yang jauh lebih banyak, tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini sudah terbukti ampuh mengurangi efek fisik dan psikologis dari tekanan stres.

Kadar vitamin C paling tinggi dalam tubuh ditemukan secara alami di kelenjar adrenalin, dan penelitian menunjukkan bahwa stres dapat menguras persediaan vitamin C dalam tubuh. Itulah sebabnya orang yang memiliki kadar vitamin C tinggi tidak menunjukkan tanda stres mental dan fisik yang diharapkan saat mengalami tantangan psikologis akut. Terlebih lagi, mereka dilaporkan bisa lebih cepat bangkit kembali dari situasi stres daripada orang dengan kadar vitamin C rendah dalam darah mereka.

Ada banyak varietas jeruk yang bisa Anda coba. Anda dapat memakan jeruk dengan berbagai bentuk olahan untuk membantu menghilangkan stres.

[RWT]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close