Advertorial

Ajak Berbagai Pihak Cegah Stunting, Pj Bupati PPU Sebut Perlu Perhatian dan Intervensi Serius

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 15 Oktober 2023 18:38
Ajak Berbagai Pihak Cegah Stunting, Pj Bupati PPU Sebut Perlu Perhatian dan Intervensi Serius
Pj Bupati PPU, Makmur Marbun saat memberikan sambutan di acara penyuluhan stunting di Gereja Katolik St. Maria dan Fatimah Gunung Seteleng, Penajam. (Humas Setkab PPU)

Kaltimtoday.co, Penajam - Pj Bupati PPU, Makmur Marbun menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk menangani stunting di PPU. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara penyuluhan stunting di Gereja Katolik St. Maria dan Fatimah Gunung Seteleng, Penajam, Sabtu (14/10/2023) kemarin.

Menurutnya, masalah stunting memerlukan perhatian dan intervensi serius. Penurunan kunjungan ke posyandu, yang sangat vital untuk memonitoring gizi dan perkembangan anak-anak, serta peningkatan angka pengangguran dan PHK menjadi salah satu dampak negatif terhadap kualitas pangan keluarga. 

"Kondisi tersebut ditambah dengan permasalahan akan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, yang dapat berdampak serius pada perkembangan janin," tuturnya.

Makmur Marbun menekankan pentingnya perhatian pada nutrisi anak, khususnya selama 1.000 hari pertama kehidupan, sebuah periode yang sangat krusial untuk perkembangan anak. Kekurangan gizi dalam periode tersebut, dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang tidak bisa diperbaiki.

Menurut data dari Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di PPU pada 2021 adalah sebesar 17,22%. Namun, telah terjadi penurunan signifikan sebesar 5,25%, sehingga prevalensi stunting turun menjadi 11,97% pada tahun 2022.

Data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI juga menunjukkan tren serupa. Prevalensi stunting di PPU pada tahun 2021 mencapai 27,3%, tetapi telah mengalami penurunan sebesar 5,5 poin menjadi 21,8% pada tahun 2022. Prestasi ini hampir mencapai target nasional pada tahun 2024, yang menargetkan prevalensi stunting mencapai 14%.

Makmur Marbun juga mengajak semua pihak, untuk bersama-sama aktif melakukan penelusuran dan pendeteksian bayi dan balita yang berpotensi mengalami stunting. 

"Melalui penyuluhan stunting ini, saya harap masing-masing stakeholders dapat mengambil perannya masing-masing dan bekerja sama melakukan percepatan penurunan stunting di PPU," pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO PPU]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya