Nasional
BMKG Sebut Musim Kemarau 2025 Dimulai April, Ini Wilayah yang Berisiko Kekeringan
Kaltimtoday.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau di Indonesia akan dimulai pada April 2025 dengan kondisi cuaca yang cenderung normal, mengikuti pola tahun sebelumnya. Meski begitu, beberapa daerah tetap berisiko mengalami kekeringan dan kebakaran hutan.
Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena, mengungkapkan bahwa tidak ada indikasi kuat dari fenomena El Nino, sehingga musim kemarau tahun ini diperkirakan tidak akan lebih kering dibandingkan 2023.
“Prediksi musim kemarau tahun ini relatif normal dan mirip dengan 2024. Tidak sekering tahun 2023 yang terdampak El Nino berkepanjangan,” ujar Ardhasena, dikutip dari Reuters, Jumat (14/3/2025).
Sebagai perbandingan, pada 2023 Indonesia mengalami kemarau terburuk sejak 2019 akibat El Nino, yang menyebabkan kekeringan parah, kerusakan tanaman, serta kebakaran hutan dan lahan.
BMKG memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua akan mengalami musim kemarau dengan intensitas normal. Namun, beberapa provinsi berpotensi mengalami dampak lebih serius.
“Musim kemarau lebih parah diprediksi terjadi di Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua Selatan,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.
Selain itu, ancaman kebakaran hutan juga meningkat di wilayah utara Pulau Sumatra dan selatan Pulau Kalimantan, terutama pada puncak musim kemarau yang berlangsung antara Juni hingga Agustus 2025.
Sementara itu, wilayah di Jawa Timur, Nusa Tenggara, dan Bali diperkirakan mengalami kekeringan cukup signifikan pada Juli hingga September 2025. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk bersiap menghadapi dampaknya.
“Kami mengingatkan para petani untuk menyesuaikan jadwal tanam dan mengelola air secara efisien agar hasil panen tidak terdampak musim kemarau,” tambah Dwikorita.
Sebelum memasuki musim kemarau, curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal Maret 2025 telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah, termasuk di sekitar Jakarta. Ketinggian air dilaporkan mencapai 3 meter, memaksa warga untuk mengungsi.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan iklim yang dapat mempengaruhi pola cuaca sepanjang tahun 2025.
[RWT]
Related Posts
- Dua Segmen Teras Samarinda Tahap II Molor, Dinas PUPR Terapkan Denda Harian
- Deposit Judi Online Capai Rp 36 Triliun, Transaksi Kini Banyak Beralih ke QRIS
- Wali Kota Samarinda Tegaskan Dana Probebaya 2026 Tetap Utuh, Skema 60:40 Bukan Pemotongan
- Masalah Ekonomi, Bapak Tiga Anak di Tenggarong Curi Tabung Gas untuk Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
- Menunggu Kepastian Berbulan-bulan, Kontraktor Akhirnya Pegang Jadwal Pembayaran dari Pemkab Kukar







