Advertorial

Hadapi Pancaroba, BPBD PPU Siapkan Rencana Kontingensi dan Dukungan Rp5 Miliar dari Pemprov Kaltim

Muhammad Razil Fauzan — Kaltim Today 13 November 2023 04:30
Hadapi Pancaroba, BPBD PPU Siapkan Rencana Kontingensi dan Dukungan Rp5 Miliar dari Pemprov Kaltim
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso. (Fauzan/Kaltimtoday)

Kaltimtoday.co, Penajam - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Budi Santoso menyampaikan bahwa, Benuo Taka telah memasuki masa transisi pancaroba dari El Nino ke La Nina. 

Dirinya menyebut, dalam persiapan menghadapi potensi banjir, BPBD PPU telah bersiap dengan merumuskan rencana kontingensi sejak beberapa minggu lalu.

Dalam sebuah pertemuan yang melibatkan semua stakeholder di PPU, mereka bersama-sama menyusun dokumen rencana kontingensi yang dijadikan pedoman ketika bencana banjir melanda. 

Budi Santoso menegaskan bahwa, pihaknya telah siap menghadapi segala kemungkinan dan memiliki langkah-langkah mitigasi dalam dokumen tersebut.

"Pj Bupati PPU juga telah mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat untuk membersihkan lingkungan mereka guna mencegah terjadinya sumbatan air," kata Budi Santoso.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada dasarian kedua Oktober dan November, terdapat hujan dengan intensitas sedang hingga rendah. Namun, pada dasarian kedua November hingga Desember, diprediksi akan terjadi peningkatan curah hujan.

Meskipun demikian, Budi Santoso menyoroti titik rawan banjir terhadap beberapa desa di Babulu, khususnya di Desa Sumber Sari. 

"Anomali masih terjadi di Desa Sumber Sari, di mana daerah lain di Babulu hujan, namun Sumber Sari tidak. Oleh karena itu, kami masih melakukan beberapa kegiatan distribusi air bersih di beberapa wilayah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat," tambahnya.

Dia mengungkapkan bahwa Sumber Sari mengalami dua kali masa puso dalam satu tahun. Saat musim hujan, mereka dilanda banjir, sedangkan pada musim kemarau, mereka kesulitan menanam. 

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Kaltim melalui BPBD Provinsi telah merencanakan penyaluran bantuan senilai Rp5 miliar sebagai dukungan untuk masyarakat yang terdampak.

“Kami bersyukur dari Pemprov Kaltim melalui BPBD Provinsi sudah ada rencana penyaluran bantuan senilai Rp5 miliar,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO PPU]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya