HeadlineKaltim

Kampus Swasta Mencari Calon Mahasiswa Baru, Gencarkan Promosi hingga Buktikan Punya Kualitas

Kaltimtoday.co, Samarinda – Penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri di Kaltim sudah selesai. Sebagian besar mahasiswanya bahkan sudah mengikuti masa orientasi.

Sementara itu, di perguruan tinggi swasta hingga saat ini masih membuka penerimaan mahasiswa baru. Khususnya bagi mereka yang belum mendapat universitas tujuan.

Kampus-kampus swasta ini kerap dijadikan pilihan terakhir mayoritas calon mahasiswa. Meski begitu, kampus swasta menegaskan soal kualitas tidak selamanya kalah jika dibandingkan dengan kampus negeri. Apalagi soal akreditasi dan biaya kuliah tidak jauh berbeda dengan kampus negeri.

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) misalnya, masih membuka penerimaan mahasiswa baru hingga 10 September 2022. UMKT secara khusus menyediakan kuota untuk mahasiswa baru pada tahun ajaran ini sebanyak 2.500 orang.

Kepala Humas UMKT Ade Ismail Ramadhan menuturkan, tren jumlah pelajar yang melanjutkan pendidikan tingginya ke UMKT naik dari tahun ke tahun. Tahun ini, per 1 Agustus sudah ada 2.200 pendaftar. 

“Tahun lalu hanya 1.500-an pendaftar. Sekarang sudah 2.200. Jadi ada kenaikan signikan dibanding sebelumnya,” kata Ade Ismail. 

Naiknya minat pelajar melanjutkan pendidikan tinggi ke UMKT, menurut Ade Ismail, tidak lepas dari kualitas dan fasilitas yang dimiliki, ditambah dengan strategi promosi efektif yang dilakukan. 

Untuk kualitas misalnya, UMKT secara serius terus meningkatkan pendidikan dosen. Total ada 45 dosen UMKT yang melanjutkan pendidikan doktoral (S-3) di dalam dan luar negeri. Dosen-dosen UMKT yang melanjutkan pendidikan di luar negeri itu tersebar di beberapa negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Portugal, dan Malaysia. Beberapa di antaranya bahkan sudah menyelesaikan studi dan kembali mengajar di kampus.

Keberadaan dosen-dosen muda dengan pendidikan S-3 itu, disebutkan Ade, banyak berkontribusi dalam meningkatkan minat pelajar mendaftar ke UMKT.

Selain itu, UMKT juga secara serius melakukan promosi penerimaan mahasiswa baru di berbagai saluran. Salah satunya media sosial seperti Instagram dan TikTok. Promosi-promosi di media sosial itu dikelola secara baik, tak jarang hasil promosi berhasil dibicarakan dimana-mana dan secara perlahan mengundang orang untuk mendaftar ke UMKT.

“Sebelumnya kami survei ke mahasiswa baru, hasilnya yang paling efektif promosi di media sosial seperti Instagram dan TikTok,” ungkap Ade. 

UMKT saat ini menyiapkan sejumlah jalur penerimaan mahasiswa baru. Mulai jalur prestasi akademik dan non akademik, jalur influencer, jalur kader, hingga jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP). 

Menariknya, UMKT sudah melayani pendaftaran berbasis daring. Sehingga, calon mahasiswa bisa mendaftarkan diri dari rumah. Tidak perlu ke kampus UMKT di Jalan Juanda, Samarinda, kecuali untuk tes. 

“Kami jemput bola. Kalau di UMKT, bisa tes penerimaan setiap hari. Jadi setelah tes, hasilnya langsung keluar. Kan computer based test (CBT),” tambahnya. 

Terkait stigma bahwa mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi swasta karena tidak diterima di perguruan tinggi negeri, UMKT memaknainya dengan hal lain. 

“Kalau di UMKT, kami percaya bahwa semua mahasiswa itu rumah bagi UMKT. Jadi, kami selalu tanamkan ke teman-teman mahasiswa bahwa kampus swasta tidak selalu menjadi pilihan kedua,” ungkapnya. 

UMKT sebut dia, sudah beberapa kali terlibat dalam sejumlah event dan menorehkan prestasi. Misalnya, lomba debat hingga karya tulis ilmiah. Menurutnya, hal itu menjadi pembuktian bahwa kampus swasta juga bisa bersaing dan layak menjadi pilihan. 

UMKT memiliki sejumlah program studi. Di antaranya untuk program diploma ada D3 Keperawatan dan D3 Kesehatan Lingkungan. Lalu untuk program sarjana, ada Prodi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Geologi, Psikologi, Hukum, Manajemen, Akuntansi, Hubungan Internasional, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Olahraga, Bisnis Digital, Agroteknologi, dan Agribisnis. 

Lalu ada pula program Profesi Ners dan S2 Manajemen, serta program Vokasi 1 tahun yakni Kelas Mekanik Alat Berat dan operator (Exvacator). Tak ketinggalan Program Studi Bahasa Arab dan Studi Islam serta Program Beasiswa Bahasa-Studi Islam dan S1 Hukum. Sebagai informasi, UMKT juga baru mengakuisisi STIPER Muhammadiyah di Tanah Grogot. 

“Kami ada 22 prodi. Prodi yang masih berakreditasi C itu sekitar 5. Satu prodi akreditasi A, sisanya B. Jadi hampir 80 persen sudah B semua. Sesuai standar. Akreditasi UMKT B,” jelasnya. 

Soal biaya kuliah, tiap prodi di UMKT bervariasi. Sebab tersedia kelas reguler, kelas malam, hingga kelas internasional untuk beberapa prodi. Namun untuk rata-rata biaya studi, berkisar Rp 3-4 juta. Lebih lengkapnya bisa langsung cek di https://umkt.ac.id/biaya-studi/. 

PTS lain yang hingga saat ini masih menerima mahasiswa baru adalah Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Samarinda. Pendaftaran dibuka hingga 31 Agustus 2022. 

Wakil Rektor I Bidang Akademik Untag Samarinda Evi Kurniasari Purwaningrum  menyebut, ada 3 jalur penerimaan yang dibuka. Pertama, jalur prestasi akademik yang dilihat dari nilai rapor selama SMA/SMK. Kedua, jalur non akademik yang mempertimbangkan prestasi di bidang olahraga atau seni. Ketiga, jalur tes CBT. Tes ini digelar secara daring maupun luring. 

“Kami ada jalur beasiswa, namanya Untag Peduli dari yayasan. Itu ada sistem seleksinya. Penerimanya tiap tahun berbeda-beda. Kami pakai persentase,” beber Evi, Rabu (3/8/2022). 

Sebagai informasi, penerimaan mahasiswa baru di Untag dibuka secara bergelombang. Saat ini gelombang penerimaan terakhir, gelombang ketiga. Pendaftaran gelombang ketiga dikhususkan untuk jalur tes melalui mekanisme CBT. Sebab jalur prestasi akademik dan non akademik sudah digelar.

Terkait promosi  penerimaan mahasiswa baru, Untag Samarinda melakukan berbagai cara. Misalnya melalui media cetak, media online, hingga media sosial. Selain itu, promosi juga dilakukan melalui jalur alumni. 

“2021 kami survei, ternyata hasilnya rata-rata mendaftar karena alumni. Jadi dari alumni Untag Samarinda sendiri yang menginformasikan ke sekolah-sekolah. Ada juga karena kerabat atau keluarganya lebih dulu kuliah di sini,” beber Evi. 

Evi menuturkan, tidak semua mahasiswa beralasan kuliah di Untag Samarinda karena tidak diterima di kampus negeri. Justru banyak pula yang langsung menjadikan Untag Samarinda sebagai pilihan pertamanya. Menurutnya, masyarakat saat ini juga sudah lebih sadar dan berpikiran terbuka bahwa memilih kampus tak melulu melihat dari statusnya. 

“Tapi juga melihat dari akreditasi dan fleksibilitas waktu. Sarana prasarana. Di beberapa prodi juga ada kelas khusus karyawan,” lanjutnya. 

Saat ini, prodi sarjana di Untag Samarinda seluruhnya sudah terakreditasi B. Prodi tersebut adalah Kehutanan, Agroteknologi, Manajemen, Akuntansi, Teknik Sipil, Arsitektur, Hukum, Administrasi Publik, dan Psikologi. Untuk akreditas universitas, Untag Samarinda terakreditasi B. 

Soal biaya studi, lagi-lagi tiap prodi tentu berbeda. Tergantung SKS yang diambil. Namun Evi menyebut, dari sisi biaya cukup bersaing dengan PTS lain di Samarinda. Rata-rata biaya per semester yang dikeluarkan mahasiswa berkisar antara Rp 3-4 juta per semester. Lebih lengkapnya bisa mengakses http://www.untag-smd.ac.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=877. 

Kampus selanjutnya yang masih membuka pendaftaran mahasiswa baru adalah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim. Kabag Humas, Kerjasama, dan Koordinator Operator IT UNU Kaltim, Syahrial Zaki Yamani mengungkapkan, saat ini UNU sudah memasuki pendaftaran gelombang 2. Jalur tes tertulis dilakukan secara daring bagi calon mahasiswa.

Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Samarinda di Jalan Harun Nafsi, Samarinda Seberang.
Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Samarinda di Jalan Harun Nafsi, Samarinda Seberang.

“Gelombang 2 ini dibuka sampai September mendatang. Biasanya seperti tahun-tahun kemarin, ditutup pada akhir September,” beber Zaki saat dihubungi, Jumat (5/8/2022).

Terkait publikasi pengumuman dan cara menarik minat calon mahasiswa, UNU Kaltim masih memanfaatkan kehadiran media sosial. Baik melalui Instagram, Telegram, WhatsApp, hingga Facebook. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan beberapa relasi. Termasuk bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan berkoordinasi ke cabang hingga ranting se-Kaltim. 

“Ada juga kunjungan ke sekolah-sekolah,” ujarnya. 

UNU mempunyai 10 prodi. Di antaranya adalah Teknik Arsitektur, Teknik Industri, Informatika, Teknik Industri Pertanian, Hubungan Internasional, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, Farmasi, Desain Interior, dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PGPAUD).

Disebutkan Zaki, prodi yang paling banyak peminat di UNU Kaltim ada di Farmasi. Disusul dengan Teknik Industri dan Ilmu Komunikasi.

Zaki menyadari bahwa masih ada sebagian orang yang menjadikan kampus swasta sebagai pilihan alternatif. Sebab berpikir kuliah di kampus negeri akan lebih terjangkau. Padahal, menurutnya, biaya kuliah di kampus negeri dan swasta pun tak jauh berbeda-beda. 

“Mereka mungkin belum memahami program-program yang dijalankan perguruan tinggi tersebut. Kampus negeri dan swasta programnya sama. Misalnya dengan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP). Itu negeri dan swasta ada,” lanjutnya. 

Dalam hal ini, pihaknya juga berusaha mengedukasi kepada masyarakat bahwa untuk kuliah di swasta pun kualitasnya tidak kalah dengan negeri. Semua bergantung pada masing-masing kampus untuk menyiapkan dosen yang berkualitas. 

“Dosen-dosen juga ada yang kami rekrut dari Kalimantan dan luar Kalimantan. Itu sesuai kebutuhan. Soal SPP per semester rata-rata Rp 3,5 juta. Paling tinggi di Farmasi, Rp 5 juta. Sebab ada biaya praktikum,” tutupnya.

Informasi lebih lanjut soal biaya studi di UNU Kaltim bisa diakses di https://www.unukaltim.ac.id/layanan/pendaftaran/syaratpendaftaran.

[YMD | TOS]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram “Kaltimtoday.co News Update”, caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker