Daerah

KONI Kaltim Konsolidasi ke Balikpapan, Bahas Kesiapan Porprov hingga Masa Depan Pembinaan Atlet

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 26 Agustus 2026 13:36
KONI Kaltim Konsolidasi ke Balikpapan, Bahas Kesiapan Porprov hingga Masa Depan Pembinaan Atlet
Kunjungan KONI Kaltim ke KONI Balikpapan. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memperkuat koordinasi dengan KONI kabupaten/kota menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui kunjungan jajaran KONI Kaltim ke kantor KONI Balikpapan, Selasa (25/8/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy itu menjadi ruang untuk menyerap berbagai masukan dari KONI Balikpapan, sekaligus membahas kesiapan daerah menghadapi ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan menjadi pembahasan, mulai dari kesiapan kontingen, penggunaan dana hibah, jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, hingga gagasan perubahan pola pelaksanaan Porprov Kaltim ke depan.

Anderiy mengatakan, komunikasi dengan KONI kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Porprov. Menurutnya, kondisi setiap daerah berbeda, khususnya dari sisi kemampuan anggaran, sehingga perlu dicarikan formula yang dapat mengakomodasi kepentingan olahraga tanpa mengabaikan kondisi fiskal daerah.

“Saya mengapresiasi kepada KONI dan Dispora Balikpapan yang sudah mengusulkan anggaran untuk kontingennya, di saat beberapa kabupaten kota lainnya masih ragu untuk ikut serta dalam Porprov nanti karena kondisi fiskal daerahnya,” ujar Anderiy.

KONI Balikpapan diketahui telah menyiapkan anggaran sekitar Rp12 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingennya pada Porprov Kaltim 2026.

Selain membahas kesiapan kontingen, KONI Kaltim juga menerima aspirasi terkait jumlah cabor yang akan dipertandingkan pada Porprov. Ketua KONI Balikpapan Gasali berharap 64 cabor yang telah mengikuti babak kualifikasi tetap dapat dipertandingkan pada ajang di Paser.

Menurut Gasali, pengurangan jumlah cabor berpotensi merugikan atlet yang telah menjalani proses kualifikasi.

Menanggapi hal tersebut, Anderiy menegaskan bahwa KONI Kaltim sebelumnya telah menyampaikan aspirasi mengenai 64 cabor kepada Panitia Besar (PB) Porprov. Namun, keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah dan penyelenggara.

“Sebenarnya masukan ini sudah kita sampaikan jauh-jauh hari, tapi melihat kondisi anggaran pelaksanaan, kita juga harus bijak menyikapi kondisi yang dirasakan oleh provinsi lain,” jelasnya.

Anderiy memastikan masukan dari KONI Balikpapan akan kembali dibawa dalam pembahasan bersama PB Porprov. Menurut dia, KONI Kaltim perlu mencari titik temu antara kepentingan pembinaan atlet dan kemampuan anggaran penyelenggaraan.

“Masukan dari KONI Balikpapan ini akan menjadi bahan pertimbangan serius yang akan kita sampaikan kembali dalam rapat bersama PB Porprov,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, KONI Kaltim juga mendorong adanya pembenahan pola penyelenggaraan Porprov ke depan. Salah satu gagasan yang tengah didorong yakni pelaksanaan Porprov setiap dua tahun sekali dengan memanfaatkan dua daerah yang memiliki fasilitas olahraga memadai.

Anderiy menilai skema tersebut dapat menekan kebutuhan pembangunan venue baru sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet daerah.

“Porprov dua tahun sekali bisa jadi lebih hemat karena diselenggarakan di dua kota sekaligus, dan olahraga daerah terpacu. Para atlet muda akan semakin berlatih keras, dan akan banyak lahir atlet-atlet potensial. Regenerasi pun akan berjalan terus dan tidak akan berhenti,” paparnya.

Ia berharap dukungan dari KONI kabupaten/kota dapat memperkuat gagasan tersebut sebelum nantinya diajukan kepada Gubernur Kaltim sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam kebijakan penyelenggaraan Porprov.

“Kami mohon dukungannya karena usulan program ini akan dibawa ke Gubernur, yang mempunyai keputusan terkait pelaksanaan Porprov,” pungkasnya.

Selain agenda pembinaan dan Porprov, Anderiy mengingatkan KONI Balikpapan maupun KONI kabupaten/kota lainnya agar menjaga transparansi serta tertib administrasi dalam penggunaan dana hibah. Hal itu dinilai penting untuk memastikan dukungan anggaran pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan olahraga dan atlet di daerah.

[RWT]



Berita Lainnya