Gaya Hidup
PAFI Ingatkan! Ini 10 Risiko Kesehatan Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

Kaltimtoday.co - Sahur adalah waktu makan yang sangat penting sebagai persiapan menjalani puasa. Namun, tidak sedikit yang merasa kantuk setelah sahur dan memilih untuk langsung tidur. Padahal, risiko tidur setelah sahur bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari refluks asam hingga peningkatan risiko strok. Artikel ini disusun berdasarkan berbagai sumber, termasuk edukasi dari pafipenajam.org dan pafimarauke.org, organisasi farmasi yang aktif memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Berikut ini 10 dampak negatif langsung tidur setelah sahur yang perlu diwaspadai:
1. Kenaikan Berat Badan
Salah satu risiko tidur setelah sahur yang paling umum adalah bertambahnya berat badan. Ketika tidur, metabolisme tubuh melambat, sehingga kalori yang baru dikonsumsi tidak langsung digunakan sebagai energi. Akibatnya, kelebihan kalori ini disimpan dalam bentuk lemak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau obesitas.
Selain itu, makan dalam jumlah besar saat sahur tanpa aktivitas fisik setelahnya juga meningkatkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh.
2. Meningkatkan Risiko Strok
Penelitian menunjukkan tidur terlalu cepat setelah makan dapat meningkatkan risiko strok. Ini diduga karena gangguan pada sistem pencernaan yang memengaruhi aliran darah dan tekanan dalam tubuh. Refluks asam yang sering terjadi juga berkontribusi terhadap masalah ini.
3. Gangguan Pencernaan dan Perut Kembung
Lambung memerlukan waktu untuk mencerna makanan. Jika langsung tidur, sistem pencernaan bisa melambat, menyebabkan perut kembung, keram, dan rasa tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, juga bisa menyebabkan diare atau konstipasi tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.
4. Lonjakan Gula Darah
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula saat sahur tanpa aktivitas setelahnya membuat kadar gula darah tetap tinggi. Ini meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.
5. Gangguan Pola Tidur
Tidur dalam kondisi perut penuh membuat tidur menjadi tidak nyenyak dan meningkatkan risiko mimpi buruk. Sistem pencernaan yang aktif saat tidur juga mengganggu ritme istirahat malam.
6. Refluks Asam (GERD)
Refluks asam atau GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Langsung tidur setelah sahur memperbesar risiko kondisi ini, menyebabkan heartburn, batuk, hingga suara serak saat bangun pagi.
7. Asam Urat dan Nyeri Sendi
Makanan tinggi purin seperti daging merah dapat meningkatkan kadar asam urat. Jika tubuh langsung beristirahat, pemrosesan purin terganggu, memicu nyeri sendi dan pembengkakan, terutama pada penderita asam urat.
8. Gangguan Jantung
Tekanan pada sistem pencernaan saat tidur dapat berdampak pada kesehatan jantung. Orang dengan hipertensi atau masalah kardiovaskular sebaiknya menghindari tidur langsung setelah makan.
9. Nafas Berbau Tak Sedap
Makanan yang tidak tercerna dengan baik dapat mengalami fermentasi dalam lambung. Ini memicu bau mulut tak sedap. Kurangnya produksi air liur saat tidur juga memperparah kondisi ini.
10. Sleep Apnea Memburuk
Langsung tidur setelah sahur dapat memperburuk gangguan tidur seperti sleep apnea. Tekanan dari lambung penuh bisa menghambat saluran napas dan meningkatkan intensitas mendengkur.
Langsung tidur setelah sahur bukanlah kebiasaan yang baik karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan, peningkatan berat badan, hingga risiko strok. Untuk menghindari risiko tersebut, sebaiknya beri jeda waktu sekitar 1-2 jam setelah sahur sebelum tidur.
Untuk informasi kesehatan lain seputar kebiasaan puasa dan tips hidup sehat, kunjungi situs resmi PAFI Penajam dan PAFI Merauke.
[TOS]
Related Posts
- Sidang Lanjutan Kasus Tanah di Desa Telemow Memanas, Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa Tak Jelas
- Antisipasi Praktik Pungutan, Seno Aji Minta Sekolah Hapuskan Tradisi Wisuda Mewah
- Disdikbud Kaltim Evaluasi Soal Pungutan Sumpah Profesi Rp 850 Ribu di SMKN 17 Samarinda
- Anggota Brimob Aniaya Wartawan di PN Balikpapan, Polda Kaltim Pastikan Proses Hukum Tetap Berjalan
- Jejak Sejarah Dwifungsi Tentara di Kalimantan Timur 1959-1965