Balikpapan

Perumda Manuntung Sukses Sebut Butuh Modal untuk Dongkrak PAD Balikpapan

Kaltim Today
12 Februari 2022 20:51
Perumda Manuntung Sukses Sebut Butuh Modal untuk Dongkrak PAD Balikpapan
Direksi Perumda Manuntung Sukses. (Suara.com)

Kaltimtoday.co, Balikpapan - 9 unit bisnis yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membutuhkan modal yang tak sedikit untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Hal tersebut disampaikan oleh Direksi Perumda Manuntung Sukses yang baru.

“Semuanya harus jalan sesuai Perda, tetapi sembilan unit binis ini butuh dana investasi, butuh waktu, butuh perizinan yang cukup panjang,” ujar Dirut Perumda Manuntung Sukses, Andi Sangkuru, seperti dilansir dari  Suara.com -Jaringan Kaltimtoday.co.

Namun, lanjut Andi Sangkuru, untuk mengajukan penyertan modal Pemkot Balikpapan membutuhkan waktu yang panjang. Apalagi modal yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar.

“Contohnya KIK (kawasan Industri Kariangau) itu masih tanahnya Pemkot. Kalau kami mau kelola, harus ada penyertaan modal. Nah penyertaan modal itu ada birokrasi yang harus dilewati,” ucapnya.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya masih mempelajari prosedur untuk pengajuan penyertaan modal. Sebab, dari beberapa sumber yang mereka dapat, paling cepat memakan waktu sampai 3 tahun.

 

"Itu kalau berharap dari penyertaan modal paling cepat tiga tahun,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya telah membuat proyeksi modal yang dibutuhkan untuk mengerjakan unit bisnis yang ada. Hal itu bahkan sudah diajukan dan membutuhkan waktu setidaknya 2 tahun untuk disetujui.

“Sudah diajukan paling cepat disetujui mungkin 2 tahun, totalnya saya gak konfirm. Paling cepat mungkin 2 tahun. Kenapa? karena harus bikin Perda penyertaan modal. Harus ada kajian analisa,” jelasnya.

Dia mencontohkan, untuk mengelola unit bisnis kepelabuhan, membutuhkan modal sekitar Rp 150-an miliar. Kemudian untuk properti, minimal Rp 50 miliar untuk lahan seluas satu hektar. Sementara itu, untuk mendapatkan keuntungannya bagi unit bisnis properti membutuhkan waktu tiga tahun.

“Tahun pertama pembebasan lahan, konstruksi, perizinan, baru bisa adapat uang. Kepelabuhanan kurang lebih tiga tahun, butuh kurang lebih Rp 150-an miliar. Tapi pelan-pelan kami lakukan,” lanjutnya.

[RWT | SR]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya