Samarinda

Uji Coba PTM Tahap Ketiga, Rusmadi: Target Dibuka 3 Mei 2021

Kaltimtoday.co, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi bersama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda, Asli Nuryadin kembali melakukan uji coba di sejumlah Sekolah Tangguh Covid-19.

Hasilnya, Rusmadi mengatakan jika pembelajaran tatap muka (PTM) pada Sekolah Tangguh Covid-19 tahap ketiga ditargetkan akan dibuka pada hari Senin, 3 Mei 2021 mendatang.

Baca juga:  Dua Pejabat Satpol PP Diperiksa Polisi, Buntut Dugaan Pengeroyokan Kepada Mahasiswa

Pasalnya, ada lima sekolah yang akan dibuka untuk menerapkan PTM, yaitu TK IT Ar-Rajwaa Sungai Keledang, TK Negeri 3 Bukuan, dan TK Negeri 4 Rawa Makmur, SMPN 30 Pampang, dan SMPN 23 Makroman.

“Alhamdulillah semua sekolah ini sudah siap. Semuanya tergantung daripada 14 sekolah di program 100 hari kerja. Sejauh ini semua berjalan dengan baik. Do’akan mudah-mudahan semua berjalan lancar,” harap orang nomor dua di Samarinda tersebut, Senin (26/4/2021).

Demi memastikan kesiapan sekolah yang menyelenggarakan PTM, Rusmadi mengungkapkan jika pihaknya harus mengambil langkah berani. Apalagi PTM dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti ini.

“Harus ada keberanian. Tapi tidak boleh juga sombong. Jadi harus dipastikan dulu sekolahnya itu siap apa tidak. Kita betul-betul cek terutama kesiapan fisik sekolah. Terutama wastafel dan tempat belajarnya yang memang sudah diatur, yang paling penting adalah dukungan dari orangtua,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Disdk Samarinda, Asli Nuryadin menambahkan jika sebelum sekolah menyelenggarakan PTM, harus dipastikan dahulu bahwa guru dan tenaga pendidik sudah menerima vaksinasi Covid-19.

“Yang terpenting guru dan tenaga pendidiknya divaksin dan 14 sekolah kita pastikan sudah tuntas semua,” jelas Asli saat berbincang.

Baca juga:  Rusmadi Ingatkan Keuntungan Ekonomis dari Program Jengrinda Bukan Hal Utama

Senada dengan Rusmadi, Asli juga berharap agar aspek protokol kesehatan (prokes) pada Sekolah Tangguh Covid-19 sudah berjalan dengan baik.

“Pertama tadi masalah wastafel harus dicek terus. Kemudian bangku di dalam kelas harus separuh. Kesiapan orangtua kan sudah tanda tangan. Lalu harus menggunakan masker dan jaga jarak. Kunci terakhir adalah persetujuan orangtua,” tandasnya.

[REF | RWT | ADV DISDIK SAMARINDA]

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Back to top button
Close