Daerah

98 Rumah di Pegat Bukur Berau Dilahap si Jago Merah

Rizal — Kaltim Today 19 Februari 2024 08:52
98 Rumah di Pegat Bukur Berau Dilahap si Jago Merah
Kebakaran yang terjadi di kampung Pegat Bukur kecamatan Sambaliung, Berau pada Minggu (18/2/2024) pagi. (Rizal/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Sebanyak 98 unit rumah di RT 05 kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung kabupaten Berau, pada Minggu (18/2/2024) pagi sekitar pukul 09.30 WITA hangus terbakar dilahap si jago merah.

Kebakaran hebat yang terjadi ini melanda 98 unit rumah semi permanen yang mengakibatkan rusak berat. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Novian Hidayat mengatakan, pihaknya menerima laporan terjadi kebakaran tersebut pada Pukul 09.30 WITA.

"Setelah mendapat laporan itu, kami langsung bergegas menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada pukul 10.00 WITA kami sampai di TKP dan langsung melakukan upaya pemadaman,” ungkap Novian, Minggu (18/2/2024).

Dikatakannya, dalam kebakaran tersebut, ada sebanyak 98 unit rumah warga yang terdampak dan dalam kondisi rusak berat. Serta 2 mobil pribadi, 1 truk dan 4 motor.

“Kondisi pemukiman warga di lokasi memang berhimpitan dan kebanyakan material rumah adalah kayu. Maka dari itu api cepat menjalar,” terangnya.

Jumlah warga yang terdampak kurang lebih sebanyak 205 jiwa atau 148 KK. Untuk kerugian akibat bencana kebakaran ini diperkirakan mencapai Miliaran rupiah lebih.

“Sementara dari data yang ada sebanyak 205 orang yang terdampak. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materil bisa mencapai miliaran rupiah lebih,” bebernya.

Novian menyebut, dalam upaya melakukan pemadaman pihaknya menerjunkan damkar 3 Unit dari Posko Tanjung Redeb, 2 Unit Posko Teluk Bayur, 1 Unit Posko Labanan, 1 unit WS BNPB, WS PT. Buma 20.000 Liter 2 Unit, 2 unit mobil Peralatan.

“Selain kami (BPBD), kami juga dibantu TNI, Polri, PMI, Karyawan PT. Buma (Fire Rescue) dan warga Setempat,” tuturnya.

Sumber api pertama kali diakui Novian masih belum diketahui dan masih tahap penyelidikan oleh pihak yang berwajib (kepolisian).

“Penyebab kebakaran masih dalam penyidikan oleh pihak berwajib," tandasnya.

Sementara, Kepala Kampung Pegat Bukur Suharyadi Kusuma mengatakan, kebakaran ini diduga berasal dari kompor salah seorang warga.

“Identitasnya belum diketahui, tetapi berasal dari salah satu titik rumah. Mungkin ada kemungkinan karena kompor,” ungkapnya.

Dikatakannya, kencangnya angin serta kondisi bangunan rumah yang saling berdekatan membuat kobaran api dengan cepat semakin membesar dan terus menjalar ke rumah-rumah warga lainnya. 

"Mayoritas rumah warga terbuat dari kayu, membuat kobaran api semakin sulit untuk dikendalikan," ujarnya.

Warga yang panik berusaha untuk menyelamatkan barang. Lokasi kebakaran yang berada jauh dari Posko damkar, membuat kebakaran ini semakin meluas

"Yang terbakar kurang lebih satu RT sebanyak 98 rumah, nanti kita data lagi. Sementara korban kebakaran nanti mengungsi dulu, setelah itu kita buat posko,” bebernya.

Sementara, Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani menjelaskan, rumah yang terbakar merupakan rumah bangsalan bekas mess PT Buma yang sudah dimiliki secara pribadi oleh masing masing penghuni.

Menurut keterangan saksi mata, awal kejadian saudari Maria melihat api berasal dari dalam kamar, kemudian meminta bantuan kepada saudari Sapingah Untuk memadamkan api.

"Api semakin membesar dan membakar 98 rumah. Yang dihuni oleh 148 Kepala keluarga, sebanyak 205 Jiwa," terangnya.

Kemudian, pada Pukul 9.45 WITA, 6 Unit Pemadam Kebakaran BPBD tiba di TKP, selanjutnya pada pukul 10.15 WITA Unit Pemadam PT Buma tiba di TKP.

"Pada pukul. 12.20 WITA alhamdulillah api dapat dipadamkan. Kerugian atas kejadian ini dari 98 rumah hunian tersebut sekitar Rp 6. 860.000.000 / Rp 6,86 Miliar," bebernya.

Tidak hanya itu, 1 Unit R6 Milik Badan Usaha Milik Kampung / BUMK Pegat Bukur, 3 Unit R4 Milik warga, 4 Unit R2 Milik warga juga terbakar.

"Untuk korban Jiwa tidak ada. Kemudian, untuk penyebab api masih dalam penyelidikan Polsek Sambaliung," pungkasnya. 

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya