Bontang

BNNK Bontang Diundang KPU Bahas Prosedur Tes Bebas Narkoba Bacaleg

Fitriwahyuningsih — Kaltim Today 06 Mei 2023 08:02
BNNK Bontang Diundang KPU Bahas Prosedur Tes Bebas Narkoba Bacaleg
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Bontang, Lulyana Ramadhani. (Fitri Wahyuningsih/Kaltimtoday.co). 

Kaltimtoday.co, Bontang - Proses pendaftaran bakal calon legislatif baik tingkat daerah hingga pusat telah dibuka mulai 1-14 Mei mendatang. 

Untuk melangkah ke tahap selanjutnya, seluruh bakal calon mesti memenuhi sejumlah persyaratan administrasi. Satu di antaranya ialah surat keterangan bebas narkoba. Ini berlaku untuk semua tingkatan legislatif. Mulai bakal calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Ketua Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang, Lulyana Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan bersama KPU. Dalam kesempatan itu, mereka membahas tentang regulasi serta prosedur pelaksanaan tes urine yang benar bagi bakal caleg 2024. 

"Belum lama ini diundang KPU dalam rangka sosialisasi bacaleg," kata Lulyana kepada Kaltimtoday.co, Jumat (5/5/2023) malam. 

Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui ada tiga tempat yang diperkenankan menggelar tes urine dan menerbitkan surat keterangan bebas narkotika bagi bacaleg, yakni rumah sakit milik pemerintah yang memenuhi syarat, fasilitas kesehatan (faskes) yang memenuhi syarat, dan badan yang menangani pencegahan dan penanganan narkotika, dalam hal ini BNNK Bontang. 

"Sesuai dengan regulasi, tiga tempat ini yang bisa gelar tes urine untuk bacaleg," beber pria yang sebelumnya menjabat kepala BNNK Cimahi ini. 

Lebih jauh, dari total sekitar 400-an bakal caleg Bontang yang diprediksi mendaftar ke KPU, baru 5 orang melakukan tes urine di BNNK. Angka ini terbilang sangat minim. Lulyana menaksir, rendahnya bacaleg melakukan tes urine di BNNK lantaran biaya tes terbilang tinggi ketimbang tempat lain.

Adapun, sekali tes urine di BNNK Bontang dikenakan tarif sebesar Rp 290 ribu. Angka ini tak bisa turun lantaran seluruh tarif dari tes urine tersebut bakal masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 

"Katanya BNNK mahal. Tapi memang sudah begini karena nanti akan masuk PNBP," ungkapnya. 

Ia berharap, walau tak dilakukan di BNNK, prosedur pemeriksaan tes urine dilakukan sesuai prosedur agar hasil yang keluar benar-benar objektif. 

"Tesnya tidak sembarangan. Misal seperti di kami, ada 7 indikator pemeriksaan. Dan ketika masuk ke ruangan untuk mengambil urine pun dikawal," tandasnya.

[RWT]

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Berita Lainnya