Daerah
Penyerapan Anggaran Kaltim Menurun, Pemprov Tetap Kejar Target Akhir Tahun
Kaltimtoday.co, Samarinda - Memasuki akhir Triwulan IV, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong percepatan penyerapan anggaran, meski capaian saat ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah pada Jumat (21/11/2025).
"Capaian kita memang masih terdapat deviasi minus jika dibandingkan year to year tahun 2024," kata Irhamsyah.
Beberapa kendala yang terlihat antara lain karena tahun 2025 menjadi masa transisi kepemimpinan di daerah, serta adanya kebijakan efisiensi anggaran.
"Kondisi ini menjadi tantangan bagi OPD dalam melaksanakan realisasi fisik maupun keuangan," ujarnya.
Namun, pihaknya tetap optimistis kegiatan-kegiatan tersebut dapat dituntaskan sampai dengan akhir tahun anggaran ini, khususnya pekerjaan-pekerjaan yang menjadi prioritas visi misi kepala daerah. Beberapa sektor mandatori seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan tetap akan berjalan.
"Jika dibandingkan tahun lalu, capaian pada periode 2024 mencapai sekitar 74 persen, sedangkan saat ini masih berada di kisaran 67–68 persen," imbuhnya.
Untuk saat ini, capaian angka masih fluktuatif. Pihaknya baru bisa memperhitungkan pada Desember, terlebih karena anggaran perubahan mulai berjalan. Beberapa kegiatan bergeser ke anggaran perubahan sehingga turut memengaruhi realisasi keuangan.
Ia menyadari bahwa anggaran perubahan yang jatuh mendekati akhir tahun, tentu berisiko menimbulkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), terutama jika perubahan tersebut tidak disertai dengan penyerapan anggaran yang optimal.
"Dalam perjalanan selalu ada kendala pastinya, tahun ini kita masuk masa transisi, dan insyaallah di 2025 kita bisa kembali on schedule, sehingga proses anggaran perubahan bisa masuk triwulan kedua," tutup Irhamsyah.
[RWT]
Related Posts
- Yayasan Mitra Hijau Bekali Jurnalis Samarinda Pahami Tantangan dan Peluang Transisi Energi
- Modus Tahan Pelunasan dan Kredit Fiktif, Pegawai Pegadaian Diduga Rugikan Negara Rp1,2 Miliar
- Rentetan Kasus Kekerasan Masih Mengintai, Komite Keselamatan Jurnalis Maluku Utara Resmi Dibentuk
- Komunitas Pers Desak Pemerintah Hapus Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS yang Ancam Perpres Publisher Rights
- Siap Maju di Pilkada Samarinda, Iswandi Tegaskan Patuhi Mekanisme PDI Perjuangan









