Samarinda
Sempadan Sungai Karang Mumus Mulai Ditanami Bibit Pohon
Kaltimtoday.co, Samarinda - Aksi penghijauan sempadan Sungai Karang Mumus (SKM) akhirnya terlaksana, Sabtu (29/1/2022). Pemkot Samarinda melaksanakan ini sekaligus dalam rangka peringatan HUT Pemkot Samarinda ke-62 dan Hari Jadi Samarinda ke-354 tempo hari.
Penanaman bibit pohon dilakukan di sempadan SKM, yakni di dekar GOR 27 September Unmul, Jalan Gelatik dengan panjang 1.400 meter. Beragam jenis pohon ditanam. Totalnya 111 bibit dengan jenis pulai, rambai, bungur, dan ulin.
Ditemui awak media selepas kegiatan, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengungkapkan bahwa, penghijauan kali ini merupakan salah satu program tindak lanjut setelah normalisasi SKM.
"Harapan kami, semoga sempadan sungai ini kembali bagus. Bisa di satu sisi hijau, dan jadi instrumen pengendali banjir," beber Andi.
Selanjutnya, pemkot berencana untuk melakukan penurapan. Bagi daerah yang sudah bebas langsung dilakukan penurapan. Hal itu demi menghindari limpasan air dari Karang Mumus ke wilayah pemukiman.
Andi berharap, penghijauan berikutnya tak perlu digelar secara ceremonial. Terpenting, harus mampu jadi semangat warga Kota Tepian untuk menjaga lingkungan.
Baca Juga: Hadirkan Inovasi Ramah Lingkungan, Toyota Buka Test Drive Gratis New Veloz Hybrid EV di SamarindaBaca Juga: Blue Carbon: Harapan Baru Perdagangan KarbonLihat postingan ini di Instagram
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani atau Yama mengungkapkan, ke depan akan ada kegiatan penghijauan lagi. Total SKM memiliki 8 titik. 7 titik lainnya di sepanjang pinggir SKM juga akan segera dilakukan penghijauan.
"Nanti akan ditanam sepanjang tahun ini menyesuaikan hari peringatan lingkungan. Misalnya Hari Air. Tapi di luar hari-hari tertentu juga bisa dilakukan penanaman lagi," jelas Yama.
Ditanya mengenai pengawasan dan perawatan pohon, disebutkan Yama akan ada penanggung jawab dari sejumlah pihak untuk tiap titik. Misalnya, untuk penanaman pohon di Jalan Gelatik ini, tanamannya masih ditanami dengan polybag sampai menunggu akarnya kuat. Jika sudah kuat, akan dibuka kembali dan ditanam seperti biasa.
"Kemarin ada pembagian tugas memastikan tanaman tumbuh. Dari TNI, kepolisian dan dibantu masyarakat setempat," tutup Yama.
Terkait bibit-bibit yang akan ditanam selanjutnya, bukan tak mungkin akan mendapat dukungan dari CSR perusahaan. Jumlah bibit pun tergantung dengan kesepakatan dan penawaran yang disampaikan DLH.
[YMD | RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- 1.804 Pedagang Tempati Lapak Pasar Pagi Tahap Pertama, Polemik Hak Pemegang SKTUB Belum Usai
- Terekam CCTV, Pelaku Curanmor di Sungai Pinang Ditangkap
- Polemik Lahan Pasar Bengkuring Memanas, BPKAD Samarinda: Status Aset Berdasar Penyerahan Perumnas
- Ibu Kandung Pembuang Bayi di Sungai Pinang Samarinda Resmi Jadi Tersangka
- Surat Terbuka untuk Andi Harun: Membangun Peradaban Lewat Perpustakaan








