Samarinda
Titik Banjir Bertambah, Kerugian Warga Semakin Banyak, Andi Harun Diminta Realisasikan Janji

Kaltimtoday.co, Samarinda - Curah hujan di Samarinda akhir-akhir ini semakin tinggi, hingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
Bahkan titik banjir yang terjadi di Samarinda, kian hari bukannya berkurang, justru semakin bertambah.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda Samri Shaputra mengatakan, titik-titik banjir yang sebelumnya tidak dilanda banjir, saat ini justru terendam.
"Kondisi di lapangan memang seperti itu, titik banjir semakin banyak dan meluas," kata Samri.
Menurutnya, banjir yang kerap melanda Kota Tepian ini bukan hanya menggenangi jalan raya, melainkan sudah masuk ke rumah-rumah warga.
"Kasihan melihat warga, perabotan rusak. Belum lagi menguras dan membersihkan rumah, setelah bersih hujan lagi, pasti banjir juga," ujar Samri.
Dia menilai, banjir yang kerap terjadi ini sangat merugikan warga. Tenaga dan pikiran warga jadi hanya memikirkan banjir, keamanan rumah, dan keluarganya.
"Akivitas ekonomi warga pun tergangu dengan banjir ini, apalagi saat Covid-19 jadi kompleks masalah warga," tutur Samri.
Dikatakan Samri, saat hujan memicu longsor di daerah rawan. Penderitaan warga berlipat-lipat karenanya. Daerah rawan yang tidak kunjung diturap Pemkot Samarinda membuat rumah-rumah warga ambruk karena longsor.
Samarinda yang saat ini sudah memiliki wali kota baru, harus menjadi masalah banjir ini sebagai prioritas dan dituntaskan sesuai dengan program dan janji politiknya saat kampanye.
"Memang Andi Harun masih baru, jadi kritik belum banyak kita layangkan ke pemerintah, tapi program tangguh banjir harus dilaksanakan. Harus ada realisasinya," tegas dia.
Dia minta Pemkot Samarinda serius membangun dan merawat drainase. Perhatian soal ini harus maksimal. Selain itu, juga harus memperhatikan aliran air dari hulu ke hilir yang harus terintegrasi.
"Kalau membangun parit harusnya dikontrol pemerintah, jangan asal-asalan dikerjakan yang penting selesai proyek," tegas Samri.
Dikatakan Samri, pembangunan drainase yang tidak terintegrasi dari hulu ke hilir, bukan menyelesaikan persoalan banjir, tapi memindahkan banjir.
"Kalau cara kerja seperti ini, tentu titik banjir akan terus bertambah dan tidak selesai-selesai," kritiknya.
[SDH | TOS | ADV DPRD SAMARINDA]
Related Posts
- Menyambung Suara Komunitas: Suara Zetizen Diluncurkan, Gaungkan Semangat Jurnalisme Konstruktif
- Masa Pengenalan Mahasiswa Baru Berakhir, Rektor UMKT Minta Mahasiswa Selesai Pendidikan Hanya Empat Tahun
- Satu Hari Menuju Zetizen Talk: Kolaborasi Komunitas untuk Kaltim Lebih Baik
- Achmad Efendi, Akademisi dan Aktivis yang Ikut Meramaikan Bursa Calon Ketua KNPI Kaltim
- ETLE Statis Samarinda Masih dalam Pembaruan, ETLE Mobile Banyak Temukan Pelanggaran Helm