Kaltim

Analisa Pengamat Unmul Soal Potensi PDIP Bergabung ke Rudy Mas'ud: Petahana Bisa Punya Lawan Sengit di Pilgub Kaltim

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 31 Mei 2024 03:48
Analisa Pengamat Unmul Soal Potensi PDIP Bergabung ke Rudy Mas'ud: Petahana Bisa Punya Lawan Sengit di Pilgub Kaltim
Pengamat Politik Universitas Mulawarman, Budiman. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Suhu perpolitikan di Kaltim saat ini kian memanas. Sejumlah bacalon pun sedang mempersiapkan diri untuk bertarung di Pilgub 2024, terutama soal pembentukan koalisi untuk memenangkan kontestasi politik.

Bacalon yang tengah disorot saat ini ialah Rudy Mas'ud dari Partai Golkar. Sebab, Golkar kini punya 15 kursi  di DPRD Kaltim, dan bisa secara mandiri mengusung kadernya. Mereka akan melawan Isran-Hadi dalam pertarungan Pilgub mendatang.

Pengamat Politik dari Universitas Mulawarman, Budiman menyampaikan, pertarungan di Pilgub bisa menjadi seru apabila partai banteng dan pohon beringin bisa berkoalisi. Hal ini akan menjadi penguat, untuk melawan pasangan petahana yakni Isran-Hadi.

Menurut Budiman, dinamika politik sulit ditebak. Banyak kejutan-kejutan yang bisa saja terjadi, ketika mendekati kontestasi politik. Meskipun, peluang PDIP dan Golkar untuk berkoalisi sangat kecil. 

Apapun bisa saja terjadi, kata Budiman, melihat PDIP juga belum memiliki tokoh yang akan menjadi kandidat untuk disorong ke Kaltim.

"Apabila dua partai ini (Golkar-PDIP) berkoalisi, mereka bisa kuasai wilayah Balikpapan dan Kukar. Segala sesuatu bisa saja terjadi. Jika memang benar mereka bersatu, Isran-Hadi (petahana) tentu punya lawan sengit," tegasnya. 

Ia menganalisa, kemenangan di Pilgub bisa saja diraih oleh seorang bacalon apabila bisa menguasai tiga daerah di Kalimantan Timur, yakni Samarinda, Balikpapan, hingga Kutai Kartanegara.

Bacalon Pilgub yang berhasil memenangkan suara di Samarinda, Balikpapan dan Kutai Kartanegara, hampir dipastikan akan menjadi pemenang di Pilgub Kaltim 2024.

"Untuk memenangkan Kaltim ini simpel. Simpel nya bagaimana? Siapa bisa menguasai tiga wilayah ini, itulah pemenangnya," bebernya. 

Sementara itu, Pengamat Politik Unmul, Saiful menegaskan, kedua partai ini memiliki visi yang sama, tentu bisa menjadi suatu koalisi yang besar.

"Kalau tujuannya sama dan visinya sama, bisa saja bergabung keduanya, " ungkapnya. 

Jika melihat ke belakang, PDIP Kaltim pada 2018 lalu merupakan lawan yang kuat dari Isran dan Hadi, maka bisa saja Golkar juga mendapat dukungan dari partai banteng tersebut.

"Penentuan calon yang diusung tentu menjadi kewenangan pusat. Terkait dinamika di pusat maupun daerah, tentu bisa saja dinamis" tutupnya.

[RWT]

Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp 



Berita Lainnya