Kutim
Bantu Penanganan Banjir Wahau dan Kongbeng, BPBD Kutim Terjunkan Personil

Kaltimtoday.co, Sangatta - Banjir yang terjadi di Kecamatan Wahau dan Kongbeng saat ini mulai surut. Meski sudah surut namun pemulihan pasca banjir justru membutuhkan tenaga ekstra, untuk itu BPBD Kutim langsung menerjunkan personil untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Kepala BPBD Kutim, Syafruddin melalui Kabid Penanggulangan dan Kesiapsiagaan, Awang Ari Jusnanta menerangkan, telah menurunkan personil ke Wahau dan Bengalon.
“Kami dari BPBD Kutim telah menurunkan 5 personil, alhamdulillah saat ini air sudah surut dan masyarakat bisa beraktifitas kembali seperti semula,” tutur Awang, Sabtu (18/12/2021).
Lanjut Awang, selama 5 hari anggota BPBD Kutim membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Selama 5 hari, tim dari BPBD berjibaku membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” lanjut ia.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Abdul Razak, dari Bangkrut Kini Berdayakan Masyarakat Melalui Budidaya MaggotView this post on InstagramBaca Juga: Banjir dan Ujian Pak Bagus
banir
Banjir yang terjadi di Kecamatan Wahau dan Kongbeng hampir terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini banjir mencapai dua meter, banjir tertinggi dalam beberapa tahun belakangan ini.
Yakni, di pemukiman warga yang tinggal di bantaran sungai dan tempat yang daerahnya dataran rendah.
Banjir disebabkan curah hujan yang intens, sehingga menyebabkan sungai Seleq dan Melenyiuq meluap dan masuk ke dalam pemukiman warga di desa Miau Baru dan sekitarnya.
Sebelumnya, menurut salah satu warga menyebutkan, sebagian warga di RT 6 di evakuasi ke Balai Desa Miau Baru.
“Warga di RT 6 rata-rata rumah sudah mulai terendam air. Sementara di evakuasi ke rumah warga yang pondasi rumahnya yang lebih tinggi. Lainnya (warga) dievakuasi ke Balai Desa (Lamin Adat) Desa Miau Baru,” ucap Petrus.
[EL | NON]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Perusahaan Dinilai Abaikan Hak Pekerja, Buruh Sawit PT Nala Padma Cadudas di Kutim Mogok Kerja
- Musim Hujan, BPBD Kukar Petakan Sejumlah Lokasi Rawan Longsor
- Banjir Samarinda Berangsur Surut, Warga Terdampak Mulai Kembali ke Rumah
- Pj Gubernur Kaltim Dorong Pemimpin Daerah Duduk Bersama Atasi Banjir, Akmal Malik: Tidak Bisa Ditangani Sendiri
- Andi Harun Minta Maaf dan Janji Bentuk Tim Kolaborasi untuk Penanganan Banjir di Samarinda